bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:11 WIB

MRT Jakarta Jajaki Investasi TOD Glodok dengan Mitra Singapura

Redaksi 02 Oktober 2026 16 views
MRT Jakarta Jajaki Investasi TOD Glodok dengan Mitra Singapura
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT MRT Jakarta (Perseroda) menjajaki investasi untuk pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di Glodok bersama investor Singapura. Penjajakan ini mencakup peluang pendanaan kreatif, pengembangan ekosistem retail dan komersial, serta rantai pasok.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengatakan dua nota kesepahaman yang dijajaki turut mencakup kajian pengembangan TOD di sekitar stasiun, terutama Glodok dan Kota. Ia menyampaikan hal tersebut di Jakarta pada Jumat (25/9/2026).

Penjajakan itu berlangsung dalam TOD Investment Forum 2026 yang diselenggarakan MRT Jakarta di Singapura. Forum ini digelar bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Surban Jurong Group, dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Singapore.

Acara pada Kamis (24/9/2026) di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura tersebut diikuti penandatanganan nota kesepahaman antara MRT Jakarta dengan UOB Indonesia, serta antara MRT Jakarta dan Rebel APAC Pte. Ltd.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud menandatangani nota kesepahaman itu. Sejumlah pihak menyaksikan penandatanganan, yakni Duta Besar RI untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta Atika Nur Rahmania, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, dan Komisaris MRT Jakarta Ahmad Yani.

Forum tahunan tersebut mempertemukan investor, pengembang, lembaga keuangan, perwakilan pemerintah, dan mitra strategis. Pertemuan itu bertujuan menggali peluang kerja sama dalam proyek TOD MRT Jakarta dan BUMD lain milik Pemprov DKI Jakarta.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.