bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 10:34 WIB

Nicolas Sauvage, Bos Modal Ventura TDK, Bertaruh pada 'Bagian Membosankan' AI

Redaksi 04 Mei 2026 22 views
Nicolas Sauvage, Bos Modal Ventura TDK, Bertaruh pada 'Bagian Membosankan' AI
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, Nicolas Sauvage, pemimpin unit modal ventura TDK Ventures, meyakini bahwa dibutuhkan waktu empat tahun agar taruhan terbaik terlihat jelas. Teori ini ia buktikan sejak mendirikan lengan ventura perusahaan raksasa elektronik Jepang tersebut pada tahun 2019. TDK Ventures kini mengelola dana sebesar $500 juta di empat dana berbeda.

Salah satu contoh paling menonjol dari strategi ini adalah investasi pada startup chip AI, Groq, yang valuasi terakhirnya mencapai $6,9 miliar pada putaran pendanaan musim gugur lalu. Jauh sebelum ledakan AI generatif membuat taruhan infrastruktur tampak jelas, Sauvage telah berinvestasi pada Groq pada tahun 2020. Groq didirikan oleh Jonathan Ross, salah satu insinyur yang merancang Unit Pemrosesan Tensor Google.

Sejak awal, Groq berfokus pada 'inference', yaitu proses komputasi intensif yang terjadi setiap kali model AI merespons sebuah permintaan. Pendekatan Ross dalam mendesain chipnya, dengan membangun kompiler terlebih dahulu dan menyederhanakan arsitektur hingga tidak ada bagian yang bisa dihilangkan tanpa mengganggu fungsinya, menarik perhatian Sauvage.

Meskipun bagi sebagian orang tampak sebagai ceruk pasar, Sauvage melihat potensi besar karena kendala yang dimiliki perusahaan induknya. Berbeda dengan perangkat keras konsumen yang memiliki batasan permintaan, kebutuhan akan 'inference' terus bertambah seiring dengan munculnya aplikasi dan model AI baru. Ledakan permintaan 'inference' tahun ini, berkat agen AI yang mampu merencanakan dan bertindak melalui banyak panggilan, semakin memperkuat pandangan Sauvage.

Sauvage sendiri mengakui bahwa keberadaan TDK Ventures sangat tidak terduga. Ia berhasil meyakinkan petinggi TDK di Tokyo untuk membentuk dana ventura, meskipun ia bukan orang Jepang dan tidak tinggal di Tokyo. Setelah dua kali presentasi di Stanford mengenai potensi modal ventura perusahaan, Sauvage mendapatkan lampu hijau untuk membangun dana dengan mandat mencari 'hal besar berikutnya' bagi TDK dan apa yang berpotensi mengancamnya.

Portofolio yang telah ia bangun mencakup teknologi yang kini semakin menarik minat para investor ventura, seperti transformator jaringan solid-state, baterai natrium-ion untuk pusat data, dan kimia baterai alternatif yang menghindari ketergantungan pada litium dan kobalt yang rentan terhadap ketidakstabilan geopolitik.

Disiplin di balik semua ini adalah mengidentifikasi hambatan empat tahun ke depan, lalu mencari para pendiri yang sudah mengerjakannya. Saat ini, Sauvage tengah mengamati dengan seksama AI fisik, khususnya robot yang memiliki tugas sangat spesifik. Contohnya adalah Agility Robotics, yang berfokus pada tugas sederhana memindahkan barang di gudang yang menghadapi kekurangan tenaga kerja. Perusahaan portofolio lainnya, ANYbotics dari Swiss, mengembangkan robot tangguh untuk lingkungan berbahaya bagi pekerja manusia, di mana tugasnya adalah pergi ke tempat yang tidak bisa dijangkau manusia. Intinya adalah kejelasan tujuan; robot-robot yang diinvestasikan Sauvage tidak mencoba melakukan segalanya, melainkan fokus pada satu tugas sulit.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.