bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp169,5 triliun melalui 148 emisi hingga September 2026. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyebut capaian tersebut menunjukkan pasar modal masih menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi perusahaan.
Hasan menyampaikan, perusahaan yang mengantre untuk melakukan penawaran umum memiliki total nilai emisi sebesar Rp27,61 triliun. Permintaan penghimpunan dana itu tercatat dalam pipeline OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dari sisi investor, minat terhadap pasar modal disebut masih kuat di tengah dinamika dan tekanan yang terjadi sepanjang tahun. Setelah melampaui 20 juta investor pada akhir tahun lalu, jumlah investor kini mencapai 32,17 juta berdasarkan Single Investor Identification (SID). Angka tersebut bertambah lebih dari 12 juta atau tumbuh 57,96 persen dalam setahun.
Di sektor keuangan derivatif, OJK mencatat 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip dan volume transaksi mencapai 379.443 lot sepanjang tahun ini. Sementara itu, Bursa Karbon memiliki 160 pengguna jasa terdaftar, dengan volume transaksi 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dan akumulasi nilai transaksi Rp93,97 miliar.