bytedaily
Jumat, 10 Juli 2026 - 22:51 WIB

OJK Selenggarakan RGS 2026 untuk Perkuat Tata Kelola Sektor Jasa Keuangan

Redaksi 10 Juli 2026 3 views
OJK Selenggarakan RGS 2026 untuk Perkuat Tata Kelola Sektor Jasa Keuangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong praktik tata kelola yang baik sebagai pilar stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor keuangan. Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, menyampaikan bahwa acara ini mendapat sambutan antusias dari publik. Lonjakan animo peserta, baik secara daring maupun luring, mencerminkan kebutuhan industri jasa keuangan akan forum yang membahas tata kelola secara mendalam.

Menurut Sophia, penguatan tata kelola dari perspektif ekonomi makro dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menekan biaya modal bagi lembaga keuangan. RGS 2026 dirancang untuk menjangkau para pengambil keputusan di tingkat direksi dan kepatuhan industri jasa keuangan, dengan memanfaatkan siaran langsung melalui platform digital untuk memperluas jangkauan.

Acara ini akan menghadirkan pembicara internasional dan nasional yang membahas keterkaitan antara tata kelola, manajemen risiko, dan keberlanjutan bisnis. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dijadwalkan memberikan pidato kunci. Pembicara lain yang akan hadir antara lain Meutya Hafid, Adnan Rahim dari Meta, Fransisca Oei dari CIMB Niaga, Prof. dr. Peter Verhezen dari University of Antwerp, Naohiro Mouri dari UNOPS, Dennis Akkerman dari Orbis Business School, serta Jahja Setiaatmaja, President Commissioner BCA.

Para praktisi akan memaparkan implikasi operasional tata kelola di berbagai sektor seperti teknologi, perbankan, dan asuransi. Pembahasan akan mencakup integrasi pengendalian internal, kepatuhan global, serta peran kepatuhan dalam menjaga kepercayaan nasabah dan stabilitas neraca bank. Sesi penutup akan menampilkan studi kasus perbankan, termasuk pertumbuhan bisnis BCA dengan prinsip tata kelola, untuk mengukur dampaknya terhadap kinerja.

Penerapan prinsip tata kelola tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai strategi ekonomi untuk mempertahankan pangsa pasar dan meminimalkan risiko sistemik. RGS 2026 juga berupaya mendorong aksi nyata melalui pemberian kredit poin bagi peserta dari asosiasi tata kelola dan menjadikan masukan audiens sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.