bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 08:58 WIB

OpenAI Klaim Model Penalaran Baru Berhasil Memecahkan Masalah Matematika 80 Tahun

Redaksi 21 Mei 2026 2 views
OpenAI Klaim Model Penalaran Baru Berhasil Memecahkan Masalah Matematika 80 Tahun
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, OpenAI mengklaim bahwa model penalaran terbarunya telah menghasilkan bukti matematis orisinal yang menyangkal sebuah konjektur terkenal dalam geometri yang belum terpecahkan, yang pertama kali diajukan oleh Paul Erdős pada tahun 1946.

Klaim ini muncul setelah insiden tujuh bulan lalu, di mana mantan VP OpenAI, Kevin Weil, mengumumkan di X bahwa GPT-5 telah menemukan solusi untuk 10 masalah Erdős yang belum terpecahkan dan membuat kemajuan pada 11 masalah lainnya. Namun, kemudian terungkap bahwa GPT-5 hanya menemukan solusi yang sudah ada dalam literatur, bukan solusi baru.

Kali ini, OpenAI tampaknya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Perusahaan melampirkan pernyataan pendukung dari para matematikawan terkemuka, termasuk Noga Alon, Melanie Wood, dan Thomas Bloom, yang mengelola situs web Erdos Problems. Bloom sebelumnya menyatakan bahwa postingan Weil merupakan "representasi yang salah secara dramatis".

OpenAI menjelaskan di X bahwa selama hampir 80 tahun, para matematikawan meyakini solusi terbaik untuk masalah ini menyerupai kisi-kisi persegi. Namun, model AI mereka telah membuktikan keyakinan tersebut salah dengan menemukan keluarga konstruksi baru yang lebih efektif.

Perusahaan menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya AI secara otonom memecahkan masalah terbuka terkemuka yang menjadi pusat dalam bidang matematika. Bukti tersebut, menurut OpenAI, berasal dari model penalaran umum yang baru, bukan dari sistem yang dirancang khusus untuk memecahkan masalah matematika.

Signifikansi dari pencapaian ini, menurut OpenAI, adalah menunjukkan bahwa sistem AI kini lebih mampu mempertahankan rantai penalaran yang panjang dan sulit, serta menghubungkan ide-ide antar bidang yang mungkin belum pernah dieksplorasi sebelumnya oleh para peneliti. Hal ini berpotensi memberikan implikasi besar bagi bidang biologi, fisika, teknik, dan kedokteran.

Bloom menambahkan dalam sebuah pernyataan, "AI membantu kita untuk lebih mengeksplorasi katedral matematika yang telah kita bangun selama berabad-abad. Keajaiban tak terlihat apa lagi yang menunggu di sayap?"


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.