bytedaily
Minggu, 23 Agustus 2026 - 00:08 WIB

Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap

Redaksi 22 Agustus 2026 1 views
Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda Tetap Aman di Tengah Ancaman Kabut Asap
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto menyatakan bahwa layanan penerbangan di Bandara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, sejauh ini masih berjalan normal dan aman dari dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, mengemukakan bahwa belum ada dampak negatif terhadap operasional penerbangan maupun jarak pandang di bandara akibat kabut asap. Ia menambahkan bahwa pergerakan penumpang harian di bandara tetap stabil, tercatat melayani total 40.336 pengguna jasa penerbangan antara 1 hingga 21 Agustus 2026, terdiri dari 19.897 penumpang kedatangan dan 20.439 penumpang keberangkatan.

Meskipun kondisi jarak pandang masih aman, pihak bandara telah mempersiapkan langkah antisipasi terhadap potensi dampak kabut asap. Area terminal penumpang dilengkapi dengan pendingin udara dan alat penyaring udara, serta fasilitas kesehatan Balai Karantina Kesehatan yang disiagakan. Jika kondisi memburuk, pengguna jasa akan diimbau untuk mengenakan masker.

Otoritas bandara juga berkoordinasi dengan BMKG, AirNav, kepolisian, dan maskapai penerbangan untuk mengantisipasi dampak karhutla. Selain itu, masyarakat sekitar bandara diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan di dekat bandara, karena tindakan tersebut dapat mengganggu operasional dan keselamatan penerbangan, serta dapat dikenakan sanksi pidana dan denda berat sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.