bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 09:27 WIB

Ouster Luncurkan Sensor Lidar Warna Revolusioner, Klaim Mampu Gantikan Kamera

Redaksi 04 Mei 2026 23 views
Ouster Luncurkan Sensor Lidar Warna Revolusioner, Klaim Mampu Gantikan Kamera
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan lidar Ouster mengumumkan lini sensor lidar terbarunya yang diberi nama “Rev8”. Sensor-sensor ini diklaim mampu menangkap informasi kedalaman tiga dimensi dan citra berwarna secara bersamaan, menggabungkan fungsi dua sensor menjadi satu.

CEO Ouster, Angus Pacala, menyatakan bahwa pengembangan sensor lidar warna ini telah memakan waktu satu dekade di perusahaannya. Ia menyebut inovasi ini sebagai "cawan suci yang selalu diinginkan oleh seorang robotikawan". Menurut Pacala, selama ini para insinyur harus menggabungkan data dari sensor lidar dan kamera secara terpisah, yang memakan waktu dan tenaga besar dalam proses kalibrasi dan fusi data.

"Tujuannya adalah untuk menggantikan kamera. Tidak ada alasan mengapa satu sensor tidak bisa melakukan keduanya," ujar Pacala dalam wawancara eksklusif dengan TechCrunch.

Peluncuran Rev8 terjadi di tengah dinamika industri perusahaan lidar yang sedang mengalami konsolidasi. Ouster sendiri baru saja mengakuisisi Velodyne, sementara aset Luminar diambil alih setelah kebangkrutan. Di sisi lain, pasar sensor justru mengalami ledakan, seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang meluncurkan robotaxi dan kebutuhan sensor untuk robotika humanoid maupun industri.

Pacala menambahkan bahwa lidar warna yang menggabungkan informasi kedalaman akurat dengan data gambar berkualitas kamera akan sangat berharga bagi para pengembang robotika. Ouster dilaporkan bekerja sama dengan Fujifilm dan DXOMARK untuk memahami aspek-aspek penting dalam pembuatan kamera berkualitas.

Lebih lanjut, Pacala mengklaim bahwa lidar warna Ouster mampu meningkatkan performa kamera modern dalam banyak aspek. Hal ini berkat arsitektur "digital lidar" yang digunakan Ouster, berbeda dengan pendekatan analog yang banyak menggunakan komponen bergerak. Ouster memanfaatkan chip kustom dengan detektor single photon avalanche diode (SPAD) untuk menangkap informasi lidar secara langsung.

Teknologi SPAD yang sama kini digunakan untuk menangkap data gambar berwarna pada sensor Rev8. Pacala menjelaskan bahwa teknik ini membuat kemampuan penangkapan gambar sensornya lebih sensitif dibandingkan kamera konvensional. Ia merinci bahwa sensor ini memiliki warna 48-bit, rentang dinamis 116 dB, dan resolusi setara megapiksel. Data yang dihasilkan adalah point cloud berwarna 3D yang sudah terfusi.

"Anda sebenarnya bisa menggunakan data tersebut sebagai stream kamera juga, tetapi salah satu kekuatan sistem ini adalah Anda bisa menggunakan stream data lidar saja, stream data kamera saja, atau stream data yang sudah terfusi, tergantung seberapa maju tim persepsi Anda," jelas Pacala.

Ouster dilaporkan telah mengirimkan sampel produk kepada pelanggan yang sudah ada dan kini siap untuk produksi massal.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.