bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Pakar Menduga Gempa NTT Picu Fenomena 'Ta'i Sano' di Danau Sano Nggoang

Redaksi 19 Agustus 2026 3 views
Pakar Menduga Gempa NTT Picu Fenomena 'Ta'i Sano' di Danau Sano Nggoang
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para ahli menduga kemunculan material gelap di tepi Danau Sano Nggoang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal sebagai 'Ta'i Sano', memiliki kaitan erat dengan gempa bumi yang baru-baru ini mengguncang wilayah tersebut.

Sebelumnya, sebuah video beredar yang memperlihatkan munculnya material gelap di area tersebut pasca gempa bermagnitudo M7.7. Video tersebut diunggah oleh akun X @Updatesofwworld pada Minggu (17/8), yang menyatakan fenomena ini sebagai Ta'i Sano, meskipun pihak berwenang belum mengonfirmasi hubungan langsung antara gempa dan kemunculan material gelap tersebut.

Menanggapi fenomena ini, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, melalui cuitannya di X pada Selasa (18/8), mengemukakan dugaan bahwa guncangan gempa yang kuat memicu proses likuifaksi atau pembentukan gunung lumpur dan pasir di dasar danau. Hal ini menyebabkan sedimen anoksik di dasar danau yang terperangkap terdorong naik ke permukaan melalui retakan dan akhirnya terdampar di tepi danau. Lumpur dasar perairan ini umumnya berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau yang menyengat.

Daryono lebih lanjut menjelaskan bahwa meskipun bukan gunung lumpur murni, interaksi antara air danau dengan sistem geotermal di bawahnya berpotensi melepaskan uap gas CO2 dan H2S. Tekanan gas yang tiba-tiba naik ini dapat mengaduk endapan lumpur hitam dasar danau atau material hitam di dasar kaldera geotermal, yang biasanya terbentuk dari reaksi gas vulkanik H2S dengan mineral batuan atau endapan lumpur teralterasi hidrotermal yang terangkat saat pelepasan gas. Ia menekankan bahwa Wai Sano merupakan sistem kaldera hidrotermal/geotermal, bukan gunung lumpur sedimen, namun fenomena adukan lumpur panas (mud pool/salse) tetap mungkin terjadi.

Gempa bermagnitudo M7.7 yang mengguncang NTT terjadi pada Sabtu (15/8) pagi dan dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi sebanyak 2.119 gempa susulan di wilayah Flores hingga Selasa pagi (18/8) sekitar pukul 05.00 WIB, dan diperkirakan akan berlangsung selama tiga hingga empat pekan mendatang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.