bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:23 WIB

Pakar: Penampakan Benda Terang di Langit Tol JORR Hingga Jogja Diduga Meteor Superterang

Redaksi 13 Juli 2026 20 views
Pakar: Penampakan Benda Terang di Langit Tol JORR Hingga Jogja Diduga Meteor Superterang
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah fenomena benda terang melintas di langit Tol JORR Jakarta Timur yang terekam dalam video dan viral di media sosial, telah dijelaskan oleh para pakar. Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengonfirmasi bahwa kejadian serupa juga teramati di Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (11/7) malam.

Thomas menjelaskan bahwa meteor besar melintas di Bekasi sekitar pukul 21.22 WIB. Objek tersebut berada pada ketinggian yang cukup tinggi, membuatnya tampak kecil dan berwarna putih. Meteor merupakan batuan antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 120 kilometer. Menurutnya, meteor berukuran kecil seperti ini cukup sering terjadi dan tidak berbahaya.

Selain terlihat di Tol JORR dan Bekasi, fenomena ini juga dilaporkan terlihat di Yogyakarta hingga Cirebon. Sebuah rekaman CCTV di Yogyakarta pada Sabtu (11/7) malam bahkan menangkap kilatan cahaya hijau menghiasi langit.

Astronom amatir, Marufin Sudibyo, menyatakan bahwa berdasarkan ciri-ciri yang terlihat dalam berbagai rekaman video, fenomena tersebut sangat kuat mengarah pada klasifikasi meteor superterang atau bolide. Ia menambahkan bahwa pancaran cahaya kehijauan yang tampak saat benda langit melesat di atmosfer merupakan salah satu ciri khas meteor yang kaya akan nikel. Nikel dalam jumlah tinggi, sering ditemukan pada meteoroid pecahan asteroid, dapat memberikan warna hijau pada cahaya meteor.

Marufin juga menyoroti laporan suara dentuman yang terdengar oleh sejumlah warga sebagai indikator penting. Suara ini, menurutnya, merupakan sonic boom yang timbul akibat perlambatan drastis meteoroid saat memasuki atmosfer Bumi, mengubah kecepatannya dari supersonik menjadi subsonik.

Berdasarkan analisis awal terhadap arah lintasan dan waktu kejadian, Marufin memperkirakan meteor tersebut berasal dari meteoroid berdiameter sekitar satu meter, yang merupakan pecahan dari asteroid dekat-Bumi. Data awal yang tersedia menunjukkan lintasan meteor dari timur laut ke barat daya pada Sabtu (11/7) sekitar pukul 21.40 WIB, terlihat dari wilayah utara Yogyakarta hingga Cirebon, dengan panjang lintasan di permukaan Bumi mencapai sekitar 400 kilometer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.