bytedaily - Pakar kendaraan listrik di Indonesia meragukan bahwa baterai menjadi penyebab utama insiden kebakaran yang melibatkan mobil listrik di dalam negeri. Penilaian ini bertujuan untuk mengklarifikasi anggapan umum yang seringkali menuding baterai sebagai biang keladi utama.
Mahindra Gofar, seorang dosen di National Battery Research Institute dan pendiri EVSafe, menyatakan bahwa berdasarkan investigasi terhadap sejumlah kasus, belum ada bukti konklusif yang menunjukkan kebakaran mobil listrik dipicu oleh baterai. Ia menekankan bahwa faktor eksternal, seperti masalah pada sistem kelistrikan atau perangkat pengisian daya, lebih sering menjadi akar permasalahan.
Gofar menjelaskan kesalahpahaman publik mengenai fenomena 'thermal runaway' pada baterai kendaraan listrik. Ia mengemukakan bahwa jika terjadi thermal runaway, api sangat sulit dipadamkan dan memiliki potensi untuk muncul kembali. Namun, pada beberapa insiden yang terjadi di Indonesia, api berhasil dipadamkan dalam waktu yang relatif singkat, yang mengindikasikan bukan berasal dari baterai.
Sebagai ilustrasi, Gofar merujuk pada insiden kebakaran mobil listrik DFSK Gelora E di Tol JORR pada Januari 2026. Waktu pemadaman yang hanya sekitar 20 menit dianggap sebagai indikator kuat bahwa penyebabnya bukan thermal runaway pada baterai.
Lebih lanjut, Gofar mengidentifikasi beberapa faktor eksternal yang dapat memicu kebakaran, di antaranya adalah masalah pada sistem tegangan rendah, penambahan instalasi kelistrikan yang tidak standar, serta perangkat pengisian daya seperti wallbox atau charger. Ia menegaskan pentingnya investigasi mendalam sebelum menarik kesimpulan untuk menghindari persepsi publik yang keliru.
Pernyataan ini diperkuat oleh Cing Hok Rifin, Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, yang menyatakan bahwa hasil pemeriksaan internal terhadap kendaraan yang terbakar menunjukkan komponen utama sistem kelistrikan dan baterai dalam kondisi baik dan utuh. Pemeriksaan tersebut mencakup battery pack, kabel tegangan tinggi, PDU, soket, dinamo motor, OBC, dan MCU. Rifin menambahkan bahwa kondisi baterai yang tidak terbakar dan bersih justru memperkuat dugaan bahwa penyebab kebakaran berasal dari faktor eksternal, bukan dari korsleting atau thermal runaway pada baterai.