bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pasokan listrik di Batam dan Bintan telah pulih sepenuhnya pada 15 Oktober 2026, setelah mengalami gangguan tiga hari sebelumnya. Pemerintah masih menyelidiki penyebab gangguan tersebut.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Tri Winarno mengatakan pemulihan layanan menjadi prioritas, sementara proses investigasi berlangsung. Ia belum mengungkapkan penyebab gangguan karena hasil penyelidikan belum tersedia.
Danantara Indonesia turut menanggapi gangguan yang berdampak pada pelanggan PLN Batam. Dalam pernyataan pada 14 Oktober 2026, perusahaan itu menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen mendukung peningkatan keandalan pasokan listrik, mutu layanan, serta respons terhadap kebutuhan pelanggan.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan PLN Batam akan berada langsung di bawah Danantara sebagai bagian dari transformasi dan pengembangan usaha. Langkah tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan potensi perusahaan, meningkatkan layanan kelistrikan, serta memperkuat daya tarik investasi di Batam.
Dony menyebut Batam sebagai salah satu penggerak perekonomian Indonesia dan tujuan investasi. Ia juga mengatakan PLN Batam menjalankan model bisnis secara mandiri tanpa menerima subsidi maupun kompensasi dari pemerintah. Danantara turut mengumumkan rencana penyegaran manajemen PLN untuk memperkuat kinerja PLN Group dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.