bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 03:57 WIB

Sebanyak 34 Institusi Keuangan Masuk Panel Pembiayaan PSEL Danantara

Redaksi 17 Oktober 2026 3 views
Sebanyak 34 Institusi Keuangan Masuk Panel Pembiayaan PSEL Danantara
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan 34 institusi keuangan sebagai anggota lenders panel untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Jumlah anggota tersebut masih dapat bertambah mengikuti perkembangan proyek dan kebutuhan pendanaan.

Lenders panel dibentuk untuk memetakan minat dan kapasitas calon pemberi pinjaman serta mitra pembiayaan bagi proyek-proyek PSEL yang dikembangkan DIM melalui Denera. Langkah ini dilakukan dalam rangka menjalankan mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, sebelum proses pembiayaan formal dimulai.

Pemetaan tersebut menjadi landasan untuk menjajaki pilihan pendanaan, termasuk jenis dan tenor pinjaman, fasilitas nontunai, serta solusi pembiayaan lainnya. Minat pembiayaan indikatif yang terhimpun tercatat lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan utang program PSEL.

Nilai indikatif itu menggambarkan minat dan kapasitas pendanaan awal, bukan persetujuan pembiayaan. Setiap rencana pendanaan tetap harus melewati evaluasi dan persetujuan kredit sesuai ketentuan yang berlaku. Minat tersebut mencakup institusi keuangan domestik maupun internasional.

Managing Director Investment DIM Stefanus Ade Hadiwidjaja menyebut penetapan 34 institusi sebagai anggota panel sebagai pencapaian penting dalam persiapan pembiayaan PSEL. Menurut dia, minat indikatif yang melampaui tiga kali estimasi kebutuhan utang menunjukkan potensi dukungan pasar pembiayaan. Panel juga membantu DIM dan Denera memetakan kapasitas serta minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan sesuai kebutuhan tiap proyek.

Anggota panel terdiri atas institusi pembiayaan proyek internasional, bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, dan pengelola dana iklim. Daftar tersebut juga mencakup bank besar dalam negeri, termasuk Himbara dan bank umum swasta nasional, serta bank internasional yang beroperasi di Indonesia dan bank syariah.

Chief Financial Officer Denera M. Ramadhan Harahap menyampaikan apresiasi kepada institusi keuangan yang terpilih. Ia berharap kolaborasi dalam lenders panel dapat menjadi dasar kerja sama produktif untuk mendukung penyiapan pembiayaan proyek-proyek PSEL.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.