bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pelatih Tim Nasional Argentina, Lionel Scaloni, menyatakan bahwa pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris hanyalah sebuah laga sepak bola biasa. Ia menekankan agar duel antara kedua tim besar ini tidak dikaitkan dengan sejarah ketegangan politik antarnegara.
Pernyataan Scaloni ini diutarakan setelah Argentina berhasil mengalahkan Swiss 3-1 melalui perpanjangan waktu dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium. Dalam laga tersebut, Argentina sempat unggul lebih dulu melalui Alexis Mac Allister, namun disamakan oleh Dan Ndoye dari Swiss. Swiss kemudian harus bermain dengan sepuluh orang setelah Breel Embolo menerima kartu merah akibat pelanggaran diving. Dengan keunggulan jumlah pemain, Argentina memastikan kemenangan melalui gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.
Kini, fokus Argentina tertuju pada laga semifinal yang akan berlangsung di Stadion Atlanta. Pertemuan dengan Inggris diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat secara historis bentrokan kedua negara sering diwarnai friksi tinggi di lapangan, yang terkadang dikaitkan dengan isu Kepulauan Falkland (Malvinas bagi Argentina). Namun, Scaloni dengan tegas meminta agar urusan sepak bola dipisahkan dari isu politik masa lalu. "Dengar, ini hanya sebuah pertandingan sepak bola," ujar Scaloni. "Ini pertandingan olahraga dan kami akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Inggris memiliki pelatih yang luar biasa, dan sekali lagi, ini hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu," tambahnya.
Pertandingan di Stadion Atlanta ini juga akan menandai 40 tahun sejak pertemuan legendaris kedua tim di perempat final Piala Dunia 1986, di mana Argentina menang 2-1 berkat dua gol ikonik Diego Maradona. Kedua tim juga pernah bertemu di Piala Dunia pada tahun 1998 dan 2002.
Scaloni mengakui bahwa performa Argentina dalam mencapai semifinal belum sepenuhnya optimal, dengan kemenangan-kemenangan sebelumnya yang diraih dengan susah payah. "Kemenangan atas Swiss lebih didasari oleh hasrat besar untuk menang ketimbang kualitas permainan kami di lapangan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pencapaian semifinal adalah posisi yang istimewa dan tidak mudah diraih. "Sekarang kami akan mengerahkan segalanya yang kami bisa, berjuang hingga akhir, dengan sisa-sisa kekuatan dan setiap tetes keringat terakhir kami," pungkasnya.