bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, perusahaan antariksa swasta Blue Origin mengalami kegagalan dalam misi peluncuran terbarunya. Roket New Glenn yang berhasil digunakan kembali untuk pertama kalinya pada hari Minggu, namun menempatkan muatan satelitnya di orbit yang salah.
Satelit berukuran lapangan tenis tersebut, bernama BlueBird 7, yang merupakan satelit internet langsung ke ponsel, ditempatkan pada ketinggian yang terlalu rendah di orbit Bumi rendah. Akibatnya, satelit tersebut tidak dapat mempertahankan operasinya dan diperkirakan akan hancur di atmosfer dalam waktu dekat. Pernyataan dari AST SpaceMobile, operator satelit, menyebutkan bahwa biaya satelit tersebut diharapkan dapat diklaim melalui polis asuransi perusahaan.
Meskipun demikian, bagian lain dari peluncuran tersebut dapat dianggap sukses. Pendorong tahap pertama New Glenn, yang diberi nama "Never Tell Me The Odds", berhasil mendarat di kapal drone perusahaan di Samudra Atlantik. Ini merupakan penerbangan kedua bagi pendorong tersebut. Dengan keberhasilan ini, Blue Origin menjadi perusahaan kedua yang mengoperasikan pendorong yang terbukti dapat digunakan kembali, selain SpaceX.
Blue Origin dan SpaceX semakin menjadi pesaing langsung di sektor antariksa swasta. Kedua perusahaan yang dimiliki miliarder ini berpotensi akan berhadapan dalam duel langsung di orbit Bumi rendah tahun depan. Misi Artemis III akan melihat NASA menguji prosedur pertemuan dan docking dengan pendarat bulan dari salah satu atau kedua perusahaan: Blue Moon milik Blue Origin dan Starship milik SpaceX. Misi ini awalnya dijadwalkan menjadi pendaratan pertama NASA di Bulan sejak 1972, namun penundaan pengembangan pendarat membatalkan rencana awal. Pendaratan tersebut kini akan menjadi tujuan Artemis IV, yang diproyeksikan meluncur pada tahun 2028.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.