bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah membuka opsi menerbitkan surat utang global pada kuartal IV 2026 untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN.
Suahasil mengatakan pemerintah masih memiliki ruang untuk mengakses pasar global menjelang akhir tahun. Keputusan penerbitan akan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan serta kondisi pasar.
Pemerintah, lanjutnya, akan mencermati pasar sebelum menentukan strategi penerbitan. Suahasil menyebut pemerintah berupaya menekan biaya pendanaan dan menjaga spread imbal hasil terhadap negara lain serendah mungkin.
Ia menegaskan, keputusan tersebut juga akan memperhatikan kondisi fiskal. Pemerintah berkomitmen menjaga defisit APBN di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang menurutnya menjadi salah satu wujud disiplin fiskal.
Suahasil mengatakan pemerintah memiliki ruang fiskal untuk merespons kebutuhan ekonomi, tetapi pengelolaannya harus tetap hati-hati. Selain APBN, ia menyebut Danantara sebagai instrumen yang dapat mendukung pembangunan dan investasi.