bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintahannya telah mengambil dan mengimplementasikan 121 kebijakan transformatif dalam kurun waktu 21 bulan terakhir. Kebijakan-kebijakan ini dirancang untuk mengatasi berbagai persoalan negara yang selama ini dianggap sulit untuk diselesaikan.
Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Prabowo mengakui bahwa belum semua persoalan bangsa terselesaikan sepenuhnya dan seluruh janji yang diucapkannya belum tertunaikan. Namun, ia menekankan bahwa dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, pemerintah telah membuktikan bahwa dengan keberanian dalam mengambil keputusan, kerja keras, ketulusan hati, kejelasan orientasi pada rakyat, serta gotong royong seluruh elemen bangsa, masalah-masalah yang telah berlangsung puluhan tahun kini mulai dapat diselesaikan.
Prabowo merinci bahwa dalam 663 hari masa pemerintahannya, telah diputuskan dan dijalankan 121 kebijakan transformatif. Hal ini berarti, rata-rata, pemerintah mengambil satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Ia juga menyoroti intensitas kerja para menteri dan pembantunya dalam menjalankan kebijakan tersebut, bahkan menyebutkan bahwa beberapa di antara mereka mengalami masalah kesehatan akibat beban kerja yang berat.