bytedaily - Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan kebijakan strategis untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan energi global dan menjaga ketahanan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan efisiensi energi di berbagai sektor sebagai respons terhadap dinamika global, termasuk potensi kenaikan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Salah satu langkah yang dimatangkan adalah penerapan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) selama satu hari dalam sepekan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dari mobilitas harian, dengan estimasi penghematan yang signifikan.
Kebijakan WFH ini tidak hanya ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah. Detail teknis implementasi sedang disusun untuk memastikan efektivitas tanpa mengorbankan produktivitas. Rencananya, kebijakan ini akan mulai diterapkan setelah Idul Fitri 2026, namun tanggal pasti masih menunggu finalisasi konsep.