bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Pemerintah Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Transshipment Barang China ke AS

Redaksi 20 Agustus 2026 3 views
Pemerintah Tegaskan Indonesia Bukan Jalur Transshipment Barang China ke AS
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah keras tudingan bahwa Indonesia dimanfaatkan sebagai jalur pengalihan barang asal China untuk masuk ke pasar Amerika Serikat (AS). Bantahan ini disampaikan sebagai respons terhadap laporan bertajuk The Great Transshipment Scam yang diterbitkan oleh Office of Trade and Manufacturing Policy, Gedung Putih, AS. Laporan tersebut menempatkan Indonesia dalam kategori Tier 2, bersama Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam, sebagai negara yang dinilai memiliki keterkaitan ekonomi kuat dengan China dan berpotensi menjadi titik transshipment.

Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah dilibatkan maupun diberi pemberitahuan mengenai studi tersebut. "Indonesia tidak pernah terlibat ataupun diberi tahu mengenai adanya studi ini," ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Kamis (20/8/2026).

Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa tudingan Indonesia menjadi bagian dari jaringan transshipment global adalah tidak benar. "Kami katakan tuduhan tersebut tidak benar," tegasnya.

Menanggapi sorotan laporan yang menyebut jalur Bekasi-Batam, Airlangga menjelaskan bahwa kawasan industri di kedua wilayah tersebut telah berkembang sejak tahun 1990-an dan menjadi basis berbagai kegiatan manufaktur. "Jaringan akses Batam dan Bekasi. Kita dapat menyatakan bahwa kawasan industri Batam dan Bekasi itu sudah ada sejak tahun 90-an," jelasnya.

Airlangga juga mengklarifikasi bahwa industri berbasis plastik di kawasan tersebut tidak menunjukkan pola pengalihan barang dari negara lain. Mayoritas perusahaan yang bergerak di industri pengemasan berbahan dasar plastik merupakan perusahaan nasional. "Kalau industri berbasis plastik, packaging-nya itu seluruhnya adalah sebagian besar perusahaan nasional," tuturnya.

Kebutuhan bahan baku plastik, menurut Airlangga, juga dapat dipenuhi dari dalam negeri, dengan adanya produsen seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Lotte Chemical. "Jadi tidak benar ini menggunakan transshipment dari negara lain untuk memproses," kata Airlangga.

Produk plastik dan kemasan yang dihasilkan tersebut sebagian besar diperuntukkan bagi kebutuhan domestik atau diekspor ke negara-negara tetangga, bukan ditujukan untuk pasar Amerika Serikat. "Plastik packaging-nya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitaran, tetapi bukan ke Amerika Serikat," pungkasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.