bytedaily - Sebuah penemuan arkeologis di Fitzwilliam Museum, Cambridge, Inggris, telah mengungkap teknik koreksi yang digunakan oleh seniman Mesir Kuno. Para peneliti menemukan cairan putih pada sebuah papirus berusia 3.300 tahun yang diidentifikasi sebagai bentuk awal dari cairan koreksi modern seperti 'Tipp-Ex'. Cairan ini digunakan untuk memperkecil bentuk ilustrasi dewa berkepala jackal dalam sebuah naskah.
Penemuan ini dilakukan saat tim peneliti, termasuk konservator museum dan kurator pameran 'Made in Ancient Egypt', mempelajari sebuah salinan 'Kitab Kematian' yang berasal dari sekitar 1290 SM. Papirus tersebut dibuat untuk Ramose, seorang pengawas arsip kerajaan, dan menggambarkan adegan juru tulis bersama dewa berkepala jackal, kemungkinan besar Wepwawet.
Analisis menggunakan berbagai teknik, termasuk mikroskop digital 3D dan fotografi inframerah, menunjukkan bahwa cairan putih tersebut merupakan campuran mineral huntite dan kalsit, dengan tambahan flek orpiment kuning untuk menyamarkan warna dengan papirus yang baru. Cairan ini dicat di atas bagian ilustrasi jackal, mengubah bentuk aslinya menjadi lebih ramping. Para ahli menduga ini adalah upaya seniman untuk memperbaiki proporsi gambar yang dianggap kurang ideal.