bytedaily - Seorang pengacara yang terlibat dalam penyusunan surat wasiat mendiang Lim Siew Kim, putri pendiri kerajaan bisnis Genting, Lim Goh Tong, mengaku tidak memiliki pengetahuan menyeluruh mengenai nilai aset dan kewajiban mendiang. Pengakuan ini disampaikan di tengah sengketa hukum yang diajukan oleh dua putri Lim Siew Kim yang mempersoalkan keabsahan surat wasiat tersebut.
Melansir laporan dari vnexpress.net, pengacara bernama Low Beng Choo ini bertindak sebagai salah satu tergugat dalam gugatan yang diajukan oleh cucu-cucu Lim Goh Tong. Low Beng Choo adalah pihak yang menyusun surat wasiat terakhir untuk aset senilai RM1,6 miliar (sekitar US$410,4 juta) milik Lim Siew Kim. Ia juga menjabat sebagai satu-satunya wali amanat (trustee) dari Dikim Foundation, sebuah yayasan yang ditunjuk untuk menerima 70% dari sisa harta warisan.
Dalam persidangan yang berlangsung pada Rabu lalu, pengacara penggugat menanyakan apakah Low Beng Choo setuju bahwa Dikim Foundation merupakan penerima manfaat utama dari warisan Lim Siew Kim. "Saya tidak bisa menyetujuinya karena saya tidak memiliki pengetahuan tentang seluruh aset dan kewajiban almarhumah," jawab Low Beng Choo, seperti dikutip oleh New Straits Times.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai proses penyusunan surat wasiat tanpa mengetahui seluruh nilai aset mendiang, ia mengonfirmasi, "Ya, saya menyusunnya karena saya tidak perlu mengetahuinya."
Dikim Foundation didirikan pada tahun 1983 dan dinamai berdasarkan Lim Siew Kim serta mendiang suaminya. Low Beng Choo sebelumnya telah menyatakan di pengadilan bahwa ia telah menjadi wali amanat yayasan tersebut sejak 2 Juni 2022. Ia juga menyebutkan bahwa dua wali amanat lainnya, yaitu Lim Siew Kim dan satu orang lainnya, telah meninggal dunia.
Ia menambahkan bahwa tidak ada anggota keluarga Lim Siew Kim yang ditunjuk sebagai wali amanat dalam surat wasiat ketiga. Low Beng Choo juga mengaku tidak pernah terlibat dalam operasional yayasan dan tidak mengetahui apakah Dikim Foundation telah berhenti beroperasi sebagai organisasi amal sejak tahun 2010. Saat ini, tidak ada dewan wali amanat yang mengawasi urusan yayasan tersebut.
Pengacara penggugat sebelumnya sempat menyoroti bahwa putra Lim Siew Kim yang juga merupakan ahli waris, Marcus Chan Jau Chwen, pernah menanyakan perihal Dikim Foundation dan siapa yang mengelolanya saat pembacaan surat wasiat pada September 2022. Namun, Low Beng Choo yang saat itu sudah menjabat sebagai wali amanat, tidak memberikan tanggapan. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa ia tidak transparan mengenai perannya di yayasan tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Low Beng Choo menyatakan bahwa pertanyaan tersebut tidak ditujukan kepadanya, melainkan kepada pengacara yang memimpin sesi. Ia juga mengonfirmasi bahwa dua surat wasiat sebelumnya milik Lim Siew Kim tidak diungkapkan kepada para hadirin pada sesi September tersebut.
Proses persidangan yang seharusnya berlanjut pada Jumat lalu harus ditunda atas persetujuan semua pihak tergugat. Penundaan ini dikarenakan keterbatasan waktu menyusul pengadilan yang sedang menangani persidangan lain. Tahap selanjutnya dari pemeriksaan silang akan difokuskan pada surat wasiat utama dan diperkirakan memakan waktu yang cukup lama.
Permohonan penundaan tersebut dikabulkan dan persidangan dijadwalkan akan dilanjutkan pada 8 Juni mendatang. Gugatan yang mulai disidangkan pada Februari ini bertujuan untuk mempersengketakan keabsahan surat wasiat Lim Siew Kim.
Lim Siew Kim adalah putri bungsu dari Lim Goh Tong, pendiri kerajaan bisnis Genting dan salah satu orang terkaya di Malaysia pada saat kematiannya di Oktober 2007. Ia meninggal dunia akibat kanker pada Juli 2022, meninggalkan seorang putra dan tiga putri, termasuk penggugat Chan T'Shiao Li dan Kimberly Chan T'Shiao Miin. Dalam surat wasiat terakhirnya, T'Shiao Li dan Kimberly masing-masing menerima hibah tunai sebesar RM900.000 dan RM100.000 dari total aset warisan RM1,6 miliar. Sementara itu, kedua saudara mereka menerima properti, isi kotak deposit aman, dan saham perusahaan.
Sumber referensi: Artikel ini disadur dan diolah kembali dari publikasi vnexpress.net.