bytedaily - Banyak pengguna melakukan jailbreak pada perangkat Kindle lama mereka menyusul pengumuman Amazon yang akan menghentikan dukungan teknis untuk model-model tersebut mulai 20 Mei. Keputusan ini berarti perangkat Kindle yang tidak lagi didukung hanya dapat digunakan untuk membaca konten yang sudah terunduh sebelumnya.
Jailbreaking adalah proses melewati pembatasan perangkat lunak yang diterapkan oleh Amazon pada perangkat Kindle. Dengan melakukan jailbreak, pengguna dapat menginstal font kustom, screensaver baru, aplikasi membaca alternatif, dan bahkan alat pihak ketiga yang memperluas fungsionalitas perangkat.
Meskipun demikian, jailbreaking Kindle dapat melanggar ketentuan layanan Amazon. Di banyak yurisdiksi, jailbreaking untuk penggunaan pribadi tidak dianggap sebagai tindak pidana, namun bisa menjadi pelanggaran hukum jika melibatkan pelanggaran hak cipta, distribusi perangkat lunak ilegal, atau penjualan perangkat yang dimodifikasi. Informasi ini bersifat edukatif, dan pengguna diimbau untuk selalu mematuhi hukum serta berhati-hati.
Banyak pemilik Kindle yang memilih jailbreak melihatnya sebagai cara untuk mengontrol perangkat yang masih berfungsi dan mereka beli, daripada terpaksa membeli perangkat baru. Namun, proses jailbreaking bersifat teknis dan memiliki risiko, termasuk kemungkinan membuat perangkat tidak dapat digunakan jika terjadi kesalahan. Jailbreaking juga tidak dimungkinkan pada semua model Kindle atau versi firmware, sehingga pemilik disarankan untuk melakukan riset kompatibilitas terlebih dahulu.
Setelah kompatibilitas dipastikan, pemilik akan melanjutkan ke langkah-langkah selanjutnya. Jailbreaking memiliki konsekuensi, seperti potensi masalah tak terduga dari perangkat lunak tidak resmi, termasuk seringnya aplikasi macet atau bahkan perangkat menjadi tidak berfungsi sama sekali. Selain itu, penggunaan aplikasi pihak ketiga setelah jailbreak dapat memengaruhi masa pakai baterai.
Sebagai alternatif yang lebih aman, pengguna dapat memuat buku ke Kindle menggunakan kabel USB dan komputer tanpa mengubah perangkat lunak sistem. Terdapat pula perangkat serupa lainnya yang tersedia di pasaran, seperti Boox Palma, Vivlio e-reader, dan Xteink X3.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.