bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:54 WIB

Penggunaan Work From Anywhere Diusulkan untuk Meratakan Arus Mudik Lebaran dan Kurangi Kemacetan

Redaksi 15 Maret 2026 12 views
Penggunaan Work From Anywhere Diusulkan untuk Meratakan Arus Mudik Lebaran dan Kurangi Kemacetan
Ilustrasi: Penggunaan Work From Anywhere Diusulkan untuk Meratakan Arus Mudik Lebaran dan Kurangi Kemacetan

bytedaily - Menteri Perhubungan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan kerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) sebagai strategi untuk meratakan distribusi waktu perjalanan selama periode mudik Lebaran. Tujuannya adalah untuk mengurangi potensi kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang sering terjadi.

Kebijakan WFA ini akan diterapkan bertepatan dengan masa libur Lebaran yang berlangsung selama dua pekan, mulai dari 14 hingga 29 Maret 2026, yang mencakup libur Idul Fitri, Nyepi, dan cuti bersama. Langkah ini diambil setelah Menteri Perhubungan meninjau kondisi arus transportasi dan titik-titik mudik di Jawa Barat, di mana peningkatan pergerakan kendaraan sudah mulai terlihat.

Laporan dari Jasa Marga menunjukkan peningkatan volume kendaraan sekitar 14 persen dibandingkan hari normal. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026. Selain kepadatan kendaraan, pemerintah juga mewaspadai potensi hambatan lalu lintas yang berasal dari aktivitas masyarakat di sekitar jalur mudik, seperti pencarian koin oleh warga di jalur Pantura Indramayu, yang diminta untuk dihentikan sementara demi keselamatan dan kelancaran.

Dalam upaya mendukung kelancaran mudik, dilakukan juga penyerahan kompensasi simbolis senilai Rp1,4 juta per orang kepada 557 pengemudi transportasi tradisional di Cirebon, termasuk pengemudi becak dan ojek. Bantuan ini ditujukan bagi mereka yang terdampak pengaturan operasional selama masa arus mudik, agar dapat mengurangi aktivitas sementara dan meminimalkan hambatan samping di jalan. Pemerintah daerah lain juga didorong untuk menginisiasi program serupa.