bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Penyebab HP Overheat dan Mengeluarkan Asap: Analisis Baterai Lithium-Ion

Redaksi 18 September 2026 10 views
Penyebab HP Overheat dan Mengeluarkan Asap: Analisis Baterai Lithium-Ion
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, HP yang mengalami overheating hingga mengeluarkan asap biasanya disebabkan oleh masalah pada baterai, khususnya tipe lithium‑ion atau lithium‑polymer.

Insiden terbaru terjadi di gerbong khusus wanita KRL Stasiun Rawa Buntu, Serpong, pada 17 September, ketika asap muncul dari tas seorang penumpang. Polisi memastikan tidak ada ledakan; asap tersebut berasal dari dua ponsel yang bersentuhan dan mengalami gesekan hingga terbakar.

Menurut PCMag, kebanyakan kasus ponsel terbakar atau meledak berhubungan dengan kegagalan baterai. Baterai lithium‑ion mengandalkan keseimbangan kimia antara elektroda positif dan negatif; gangguan pada komponen internal dapat memicu reaksi yang menghasilkan panas berlebih.

Jika suhu naik secara drastis, misalnya karena pengisian daya yang intens atau prosesor yang bekerja terlalu berat, baterai dapat memasuki kondisi yang disebut thermal runaway, di mana panas terus meningkat hingga akhirnya dapat terbakar atau meledak.

Berbagai faktor dapat memicu overheating, antara lain kerusakan fisik akibat jatuh atau tekukan berlebih, paparan sinar matahari yang lama, malware yang membuat CPU bekerja terus‑menerus, serta masalah pada proses pengisian daya yang menyebabkan korsleting. Umur baterai juga berperan, karena seiring waktu kualitas material internal menurun dan meningkatkan risiko pembengkakan atau suhu tinggi.

Dikutip dari iFixit, baterai lithium‑polymer terdiri atas katoda, separator, dan anoda. Separator berfungsi mencegah kontak langsung antara katoda dan anoda; bila separator rusak, misalnya karena tertusuk, dapat terjadi korsleting internal. Energi yang mengalir melalui titik korsleting menghasilkan panas yang cukup untuk menguapkan elektrolit menjadi gas mudah terbakar; bila suhu mencapai titik nyala, gas tersebut dapat terbakar dan memicu thermal runaway.

Pengguna disarankan memperhatikan tanda-tanda seperti suara mendesis, letupan kecil, bau plastik terbakar, atau panas yang tidak wajar. Jika HP terasa sangat panas saat diisi daya, sebaiknya cabut charger segera untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.