bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, Toyota memiliki dua divisi performa utama, yaitu TRD (Toyota Racing Development) dan GR (Gazoo Racing), yang memiliki fokus berbeda meskipun keduanya bertujuan meningkatkan performa kendaraan. Pemisahan ini menjadi lebih jelas sejak diperkenalkannya Gazoo Racing.
TRD, yang merupakan singkatan dari Toyota Racing Development, dulunya identik dengan performa berbagai model Toyota. Namun, saat ini TRD lebih berfokus pada kendaraan off-road Toyota, seperti Tundra dan 4Runner. Penawaran TRD dibagi menjadi beberapa tingkatan, termasuk TRD Sport untuk performa di jalan raya, TRD Off-Road yang dirancang khusus untuk medan off-road, dan TRD Pro yang menawarkan perlengkapan lebih canggih untuk kemampuan off-road yang lebih serius.
Sementara itu, GR hadir sebagai divisi performa untuk kendaraan penumpang Toyota. Mirip dengan TRD, GR juga memiliki beberapa tingkatan: GR Sport, GR, dan GRMN. GR Sport menawarkan peningkatan kosmetik dan sedikit penyesuaian suspensi, seperti pada Toyota RAV4 GR Sport 2026 yang mendapat pujian karena menyenangkan untuk dikendarai. Tingkatan GR adalah model performa penuh, termasuk GR Corolla dengan 300 tenaga kuda, panel bodi serat karbon, dan pilihan transmisi manual enam percepatan; GR86; dan GR Supra. GRMN, yang merupakan singkatan dari Gazoo Racing: Masters of Nürburgring, adalah model performa tinggi yang sangat terbatas produksinya.
Segmentasi divisi performa Toyota juga terlihat dalam dunia motorsport. TRD telah aktif di dunia balap sejak tahun 1970-an dan memasuki balap truk off-road AS pada tahun 1979. Namun, saat ini, seri balap yang lebih berfokus pada mobil penumpang seperti NASCAR, drag, dan drift telah beralih menggunakan nama Gazoo Racing untuk menjaga konsistensi branding antara lintasan balap dan showroom.
Meskipun Gazoo Racing telah mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir dengan model-model performa unggulan Toyota mengenakan lencana GR, Toyota menegaskan bahwa kedua divisi ini akan terus berjalan berdampingan. Berbeda dengan banyak produsen otomotif lain yang hanya memiliki satu sub-brand performa (seperti AMG untuk Mercedes, M untuk BMW, atau Sport untuk Audi), Toyota melihat nilai dalam mempertahankan dua divisi performa yang berbeda. Variasi model Toyota yang luas, mulai dari mobil sport hingga pikap, crossover, SUV, dan sedan, memungkinkan kedua divisi ini untuk beroperasi secara independen tanpa tumpang tindih.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.