bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, pada awal tahun 1980-an, beberapa produsen mobil di Amerika Serikat memilih untuk mengubah standar pengukuran akselerasi dalam iklan mereka. Alih-alih menggunakan tolok ukur industri 0-60 mil per jam (mph) yang telah dipelopori oleh jurnalis otomotif Tom McCahill sejak 1946, mereka justru mengiklankan waktu tempuh 0-50 mph.
McCahill awalnya memilih angka 60 mph karena batas kecepatan di tingkat negara bagian saat itu berkisar antara 50-60 mph. Namun, situasi berubah ketika Presiden Nixon menandatangani undang-undang batas kecepatan nasional 55 mph pada tahun 1974 sebagai respons terhadap embargo minyak tahun 1973. Menurut Autoweek, perusahaan mobil saat itu "terpaksa" mengiklankan waktu 0-50 mph daripada 0-60 mph, meskipun tidak ada peraturan formal yang secara eksplisit mewajibkannya. Insentif praktisnya jelas: 60 mph kini menjadi kecepatan ilegal di jalan raya Amerika, dan mengukur akselerasi hingga kecepatan tersebut terasa semakin tidak relevan dengan realitas berkendara sehari-hari.
Menurut Jack Baruth dari Hagerty, metrik 0-50 dan 0-55 mph adalah "sepupu haram" dari 0-60 mph. Angka-angka ini muncul bukan karena lebih bermakna, tetapi karena mobil-mobil tersebut tidak dapat terlihat baik tanpa menggunakan metrik tersebut. Trik ini sepenuhnya legal karena tidak ada aturan yang mengharuskan jarak sprint yang terstandarisasi dalam materi iklan. Produsen mobil yang menghadapi tantangan performa memilih angka yang menguntungkan mereka.
Chrysler menjadi salah satu praktisi yang paling terang-terangan menggunakan trik 0-50 mph. Contohnya adalah Dodge Charger 2.2 tahun 1982, yang saat itu memiliki tenaga 84 tenaga kuda dan torsi 111 pound-feet dari mesin empat silinder 2.2 liter. Dalam perbandingan langsung dengan Mustang GT atau Camaro Z28, performa mobil ini tidak sebanding. Oleh karena itu, Dodge bekerja sama dengan National Hot Rod Association (NHRA) untuk mengukur akselerasi hingga 50 mph, bukan 60 mph, dan mempublikasikan hasilnya di majalah.
Dua tahun kemudian, Dodge Daytona Turbo Z tahun 1984 mengulangi formula yang sama. Dalam pengujian MotorTrend melawan Mustang GT dan Camaro Z28, Daytona mencatat waktu 0-50 mph dalam 6,01 detik, sementara Camaro 5,37 detik dan Mustang 5,90 detik. Jika dikonversi ke 60 mph, selisihnya semakin lebar: Daytona Turbo Z membutuhkan 8,22 detik, berbanding 7,41 detik untuk Camaro dan 7,43 detik untuk Mustang. Mengiklankan 0-50 mph tidak membuat Daytona Turbo Z menjadi cepat, tetapi hanya membuat angka performanya terlihat lebih baik.
Ironisnya, saat Dodge menggunakan trik ini, mereka juga diam-diam mengembangkan mesin V8 Lamborghini untuk Daytona. Pada model tahun 1985, hadir varian Shelby turbocharged yang meningkatkan tenaga Daytona Turbo Z menjadi 146 tenaga kuda, dan sejak saat itu, taktik 0-50 mph menghilang dari iklan Dodge.
Trik 0-50 mph memiliki masa kedaluwarsa yang jelas. Penghapusan batas kecepatan nasional 55 mph oleh Presiden Bill Clinton pada 28 November 1995, melalui National Highway System Designation Act, mengembalikan kewenangan penentuan batas kecepatan kepada masing-masing negara bagian. Meskipun beberapa wilayah di AS masih memiliki batas kecepatan rendah di jalan raya, angka 60 mph tidak lagi menjadi batasan yang signifikan di sebagian besar jalan raya, sehingga mengembalikan standar pengukuran akselerasi ke 0-60 mph.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.