bytedaily
Rabu, 20 Mei 2026 - 01:15 WIB

Perkiraan Laba Kuartalan Walt Disney: Analis Prediksi Kenaikan Tipis, Saham Tertinggal S&P 500

Redaksi 21 April 2026 13 views
Perkiraan Laba Kuartalan Walt Disney: Analis Prediksi Kenaikan Tipis, Saham Tertinggal S&P 500
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, The Walt Disney Company (DIS), perusahaan hiburan yang berbasis di Burbank, California, diperkirakan akan mengumumkan laporan laba kuartalan kedua fiskal tahun 2026 sebelum pembukaan pasar pada Rabu, 6 Mei. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar senilai $188,3 miliar ini memiliki lini bisnis yang mencakup jaringan media, taman dan resor, hiburan studio, produk konsumen, dan media interaktif.

Menjelang pengumuman tersebut, para analis memprediksi DIS akan melaporkan laba per saham dilusian sebesar $1,49, naik 2,8% dari $1,45 pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Kinerja Disney sebelumnya juga konsisten melampaui estimasi laba per saham (EPS) Wall Street dalam empat laporan kuartalan terakhir.

Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, para analis memperkirakan EPS DIS mencapai $6,61, meningkat 11,5% dari $5,93 pada tahun fiskal 2025. Proyeksi lebih lanjut menunjukkan EPS akan tumbuh 9,4% secara tahunan menjadi $7,23 pada tahun fiskal 2027.

Meskipun demikian, saham DIS selama 52 minggu terakhir menunjukkan kinerja yang kurang memuaskan dibandingkan S&P 500 Index ($SPX) yang mencatat kenaikan 34,9%. Saham DIS hanya naik 25,3% dalam periode yang sama. Kinerja serupa juga terjadi jika dibandingkan dengan State Street Communication Services Select Sector SPDR ETF (XLC) yang menguat 32% dalam kurun waktu tersebut.

Kinerja DIS yang tertinggal disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan imigrasi yang lebih ketat yang membatasi kunjungan wisatawan internasional berbiaya tinggi ke taman hiburan, serta penurunan pendapatan dari televisi linear yang lebih besar dibandingkan pertumbuhan layanan streaming. Pertumbuhan pelanggan Disney juga mengalami stagnasi, berbanding terbalik dengan Netflix, Inc. (NFLX) yang berhasil menambah 23 juta pelanggan tahun lalu. Laba dari segmen hiburan menurun akibat tingginya biaya konten dan pemasaran, sementara ESPN mengalami penurunan akibat inflasi biaya hak siar, kehilangan pelanggan, dan masalah distribusi. Selain itu, panduan kuartal kedua (Q2) yang lemah dari DIS dan tekanan margin akibat investasi streaming, ekspansi, serta upaya pemulihan turut membebani sentimen pasar.

Secara keseluruhan, opini konsensus analis terhadap saham DIS bersifat positif, dengan peringkat "Strong Buy" secara umum. Dari 31 analis yang meliput saham ini, 21 merekomendasikan "Strong Buy", lima menyarankan "Moderate Buy", empat memberikan rekomendasi "Hold", dan satu merekomendasikan "Strong Sell". Target harga rata-rata analis untuk DIS mencapai $131,64, mengindikasikan potensi kenaikan sebesar 23,8% dari level saat ini.

Artikel ini diterbitkan oleh Barchart.com dan seluruh informasi serta data yang disajikan hanya untuk tujuan informasi.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.