bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:40 WIB

Pertamina Kembangkan PLTS, Biofuel, dan Teknologi CCS

Redaksi 08 Oktober 2026 14 views
Pertamina Kembangkan PLTS, Biofuel, dan Teknologi CCS
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, PT Pertamina (Persero) menyatakan transisi energi perlu dilakukan dengan tetap menjaga keandalan pasokan dan keterjangkauan energi, sembari membangun sistem rendah karbon. Hal tersebut disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam Panel Session 1 bertajuk “Powering Growth: Energy Security in the Low-Carbon Era” di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026, Jakarta, Selasa (6/10).

Agung mengatakan keandalan pasokan menjadi dasar pelaksanaan transisi energi. Pertamina, ujarnya, berupaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat sambil mengembangkan teknologi, infrastruktur, dan sumber energi rendah karbon. Langkah ini juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Salah satu programnya adalah PLTS Pulau Sembur di Kota Batam, Kepulauan Riau, yang sebelumnya bergantung pada listrik dari diesel. Pembangkit berkapasitas 1 megawatt peak (MWp) itu dilengkapi penyimpanan baterai 1 megawatt hour (MWh) dan dirancang untuk memasok listrik bagi lebih dari 200 rumah tangga serta mendukung kegiatan ekonomi warga.

Pasokan listrik PLTS tersebut turut digunakan untuk cold storage dan mesin pembuat es. Fasilitas ini membantu menjaga kualitas dan meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan. Pertamina menyebut proyek itu sebagai model yang dapat diterapkan di wilayah kepulauan dengan kebutuhan serupa.

Di bidang bahan bakar nabati, Pertamina mendorong pengembangan biodiesel B50 dan bioetanol berbasis tebu untuk campuran bensin. Pemanfaatan sumber daya dalam negeri ini ditujukan untuk mendiversifikasi energi, menekan ketergantungan pada impor BBM, dan memperkuat ketahanan energi.

Pertamina juga mengembangkan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage (CCS) sebagai upaya menurunkan emisi. Pengembangan tersebut antara lain dilakukan melalui kerja sama dengan Jepang, Korea, dan negara-negara ASEAN lainnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan pemerintah mendorong investasi di sektor strategis, termasuk energi, melalui penyederhanaan perizinan dan penyediaan fasilitas investasi. Ia juga menyoroti proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste-to-energy di sejumlah wilayah sebagai peluang investasi yang mendukung agenda keberlanjutan.

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyatakan perusahaan menjalankan strategi dual growth. Strategi tersebut mencakup penguatan bisnis migas untuk menjaga ketahanan dan keterjangkauan energi, serta pengembangan bisnis rendah karbon dan energi terbarukan guna mendukung target net zero emission (NZE) 2060.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.