bytedaily - PT Pertamina Patra Niaga akan memperketat pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sepanjang jalur Trans Sumatra menyusul maraknya keluhan pemudik yang kesulitan mendapatkan BBM di wilayah tersebut. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, menyatakan bahwa stok BBM perusahaan sebenarnya melimpah dan mencukupi untuk seluruh wilayah, termasuk jalur mudik strategis ini. Oleh karena itu, potensi kecurangan menjadi dugaan kuat di balik fenomena kelangkaan yang dilaporkan.
Dalam upaya pengetatan pengawasan, Pertamina akan memanfaatkan sistem 'Subsidi Tepat' untuk melakukan profiling terhadap kendaraan yang melakukan pembelian BBM. Pendekatan ini bertujuan untuk mendeteksi transaksi yang tidak wajar, baik dari segi volume maupun frekuensi, seperti kendaraan yang berulang kali mengisi bahan bakar dalam sehari. Selain itu, koordinasi erat dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah setempat akan dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi dan mencegah praktik penyelewengan.
Mars Ega juga meyakinkan publik bahwa kebutuhan BBM masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini dipastikan aman. Meskipun ketahanan stok saat ini berada di kisaran 21-22 hari, pasokan akan terus menerus diisi ulang. Mayoritas pengadaan BBM Pertamina sudah terikat melalui kontrak jangka panjang, sehingga risiko gangguan pasokan akibat fluktuasi geopolitik global dapat diminimalkan.