bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, diversifikasi portofolio investasi merupakan strategi penting untuk kesuksesan jangka panjang, tidak hanya antar industri tetapi juga secara geografis. Pertanyaan yang muncul adalah apakah investor Amerika Serikat (AS) kini perlu mempertimbangkan alokasi modal ke pasar internasional.
Warren Buffett, yang telah berhasil mengkompaun harga saham Berkshire Hathaway dengan tingkat tahunan hampir 20% selama enam dekade, menyatakan dalam surat pemegang saham 2021, "Jangan pernah bertaruh melawan Amerika." AS memiliki ekonomi terbesar di dunia, budaya kewirausahaan dan kecerdikan, hak properti yang kuat, serta pasar modal yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Indeks S&P 500 sendiri telah memberikan imbal hasil total 305% dalam dekade terakhir, didorong oleh saham-saham "Magnificent Seven" yang memiliki dampak signifikan pada tren teknologi global. Posisi kuat AS juga terlihat di sektor jasa keuangan, pertahanan, energi, hiburan, dan farmasi.
Namun, valuasi pasar saham AS saat ini, khususnya indeks S&P 500, hanya pernah lebih mahal selama periode dot-com. Hal ini berpotensi mengurangi kinerja di masa depan dibandingkan dengan pencapaian historis. Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik, taktik perdagangan AS yang agresif, utang federal yang besar, dan keinginan negara lain untuk menjaga kemajuan kecerdasan buatan di dalam negeri, dapat mengurangi daya tarik AS bagi modal asing.
Mengingat faktor-faktor tersebut, disarankan bagi investor AS untuk mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio mereka ke pasar internasional. Salah satu instrumen yang bisa dipertimbangkan adalah Vanguard Total International Stock ETF (VXUS), yang memiliki rasio biaya rendah 0,05% dan memberikan eksposur ke perusahaan-perusahaan asing terkemuka seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing, Samsung Electronics, dan ASML Holding sebagai tiga kepemilikan teratasnya. ETF ini menawarkan cara untuk melakukan diversifikasi dari perspektif geografis.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.