bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 12:13 WIB

Perusahaan Inggris Rintis Pusat Data Berbasis Tiang Lampu Pintar

Redaksi 02 Mei 2026 9 views
Perusahaan Inggris Rintis Pusat Data Berbasis Tiang Lampu Pintar
Ilustrasi visual (Sumber: bbc.com)

bytedaily - Dilansir dari bbc.com, sebuah perusahaan Inggris, Conflow Power Group Limited (CPG), berencana memanfaatkan ribuan tiang lampu jalan pintar yang terhubung untuk membangun pusat data terdistribusi. Perusahaan ini telah menandatangani kesepakatan resmi dengan sebuah negara bagian di Nigeria untuk memasang 50.000 unit tiang lampu pintar tersebut.

CPG menyatakan bahwa unit lampu pintar bertenaga surya yang mereka sebut iLamp ini, ketika dihubungkan dalam jaringan, dapat berfungsi ganda sebagai pusat data kecerdasan buatan (AI) terdistribusi yang menghasilkan pendapatan. Setiap iLamp dilengkapi baterai yang diisi daya oleh panel surya silindris, yang kemudian menyuplai energi untuk komputer berdaya rendah yang cocok untuk tugas AI.

Ketua CPG, Edward Fitzpatrick, menjelaskan kepada program Tech Life BBC bahwa mereka menggunakan chip dari NVIDIA yang berukuran kecil dan hanya membutuhkan daya 15 watt, sehingga dapat ditenagai oleh tenaga surya dan ditempatkan di dalam lampu jalan.

Menurut Fitzpatrick, rencana perusahaan adalah dengan memperluas jaringan iLamp hingga ribuan unit, daya pemrosesan kolektif yang dihasilkan akan setara dengan pusat data konvensional, namun dengan manfaat lingkungan karena tidak menarik energi dari jaringan listrik.

Namun, beberapa pakar yang diwawancarai BBC meragukan bahwa teknologi ini dapat menggantikan pusat data yang sangat kuat yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas AI yang paling berat. Meskipun demikian, mereka mengakui bahwa iLamp bisa berguna untuk pekerjaan AI yang tidak terlalu menuntut.

Profesor Ian Bitterlin, seorang veteran industri pusat data, menyoroti kekhawatiran mengenai keamanan fisik tiang lampu jalan. Fitzpatrick mengakui potensi risiko ini, namun menyatakan bahwa tiang lampu dirancang sedemikian rupa sehingga chip akan rusak jika dicoba dicuri.

Selain berfungsi sebagai pusat data, tiang lampu ini juga dapat beroperasi sebagai kamera pengawas bertenaga AI. Di Nigeria, setiap unit akan dilengkapi kamera AI yang mampu mendeteksi pelanggaran parkir, kendaraan yang melaju kencang, dan ketidakpatuhan penggunaan sabuk pengaman, menurut perusahaan.

CPG juga menyebutkan bahwa iLamp dengan kamera sudah terpasang di tempat parkir Rumah Sakit Warwick dan mampu menyediakan pemantauan CCTV serta pengenalan plat nomor. Fitzpatrick menambahkan bahwa lampu jalan ini juga berpotensi digunakan untuk mengidentifikasi orang yang dicari atau hilang melalui pengenalan wajah.

Meskipun belum ada penerapan semacam itu yang terealisasi, CPG sedang dalam tahap negosiasi akhir dengan sekolah negeri dan otoritas lokal di Florida untuk menggunakan semua fitur ini. Namun, kekhawatiran mengenai potensi bias, penyalahgunaan, dan hilangnya privasi akibat teknologi pengenalan wajah tentu menjadi perhatian.

CPG menegaskan bahwa mereka hanya akan menerapkan teknologi ini bekerja sama dengan otoritas terkait dan mematuhi semua hukum serta peraturan yang berlaku. Fitzpatrick bahkan melihat potensi lampu jalan ini untuk berinteraksi dengan publik, misalnya melalui polling sederhana menggunakan gerakan tangan yang dapat diunggah ke media sosial.

Penggunaan energi oleh sistem AI diperkirakan sudah mendekati tingkat konsumsi energi seluruh Inggris Raya, dan ada kekhawatiran serupa mengenai konsumsi airnya. Beberapa pakar menyarankan bahwa lampu jalan bertenaga surya ini lebih cocok untuk melengkapi pusat data besar, bukan menggantikannya, karena kebutuhan akan daya komputasi yang terkonsentrasi dan efisiensi skala tetap ada.

John Booth, Direktur Pelaksana konsultan Carbon3IT Ltd dan anggota BCS The Chartered Institute for IT, berpendapat bahwa iLamp dapat bernilai sebagai solusi berbiaya relatif rendah.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi bbc.com.