bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 21:26 WIB

Pfizer (PFE) Masuk Daftar Saham Aman untuk Pemula, Unggul di Pasar Kanker dan Tawarkan Hasil Dividen Menarik

Redaksi 24 April 2026 17 views
Pfizer (PFE) Masuk Daftar Saham Aman untuk Pemula, Unggul di Pasar Kanker dan Tawarkan Hasil Dividen Menarik
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, Pfizer Inc. (NYSE:PFE) menempati peringkat ke-14 dalam daftar 15 saham aman untuk investor pemula. Perusahaan farmasi ini tengah berekspansi ke pasar pengobatan kanker melalui akuisisi Seagen senilai US$43 miliar, yang kini memberikannya pangsa pasar dominan dalam kategori Antibody-Drug Conjugate (ADC), sebuah area yang dipandang sebagai lini depan bioteknologi dengan margin tinggi.

Pfizer berencana meluncurkan 20 studi penting pada tahun 2026, termasuk 10 untuk kandidat obat obesitas yang diperoleh dari Metsera dan 4 untuk aset onkologi prioritas tinggi. Perusahaan memproyeksikan pendapatan terkait COVID-19 sekitar US$5 miliar pada tahun 2026. Jika produk COVID-19 dikecualikan, portofolio inti Pfizer tumbuh 6% secara operasional pada akhir tahun 2025.

Disiplin operasional dan penyesuaian biaya menjadi sorotan lain bagi Pfizer Inc. (NYSE:PFE), metrik yang disukai investor defensif. Perusahaan berhasil menyelesaikan program pemotongan biaya sebesar US$4 miliar pada tahun 2025. Manajemen saat ini, di bawah pengawasan ketat, diperkirakan akan memprioritaskan efisiensi riset dan pengembangan (R&D) dibandingkan merger dan akuisisi (M&A) yang tersebar di masa lalu.

Dari sisi valuasi, Pfizer tercatat sebagai salah satu saham farmasi mega-cap yang paling terjangkau, diperdagangkan pada kelipatan pendapatan berjangka (forward earnings) sekitar 9,3 kali, jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai lebih dari 18 kali. Dengan imbal hasil dividen yang stabil di kisaran 6,2%, saham ini juga dimanfaatkan investor sebagai sumber pendapatan.

Meskipun demikian, laporan tersebut mencatat bahwa saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI) dinilai menawarkan potensi kenaikan yang lebih besar dengan risiko penurunan yang lebih kecil. Laporan terpisah disebutkan membahas saham AI yang dinilai sangat undervalue dan berpotensi diuntungkan dari tarif era Trump serta tren 'onshoring'.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.