bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo meninjau kesiapan pasokan listrik untuk rangkaian MotoGP Mandalika 2026 pada Minggu (11/10). Ia memeriksa infrastruktur kelistrikan dan kesiagaan personel di kawasan sirkuit serta PLTS Sengkol, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Rizal menyampaikan bahwa persiapan kelistrikan telah dilakukan secara berkala dan kini memasuki tahap penting menjelang balapan utama. PLN menyatakan siap menjaga keandalan pembangkit dan kesinambungan pasokan listrik bagi infrastruktur pendukung selama kegiatan berlangsung.
Kapasitas pasok pembangkit di sistem Lombok saat ini mencapai 436 megawatt (MW), sedangkan beban puncaknya 324 MW. Dengan demikian, tersedia cadangan daya sebesar 112 MW untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung fasilitas, termasuk penyelenggaraan MotoGP.
Untuk pengamanan berlapis, PLN menyiapkan genset siaga di Sirkuit Mandalika dengan kapasitas total 4.150 kilovolt ampere (kVA). Beban puncak listrik di kawasan sirkuit saat sesi kualifikasi dan sprint race pada Sabtu (10/10) tercatat 2.930 kVA, lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni 2.815 kVA. Control Room Kelistrikan mencatat kondisi pembangkit dan pasokan listrik di kawasan sirkuit dalam keadaan aman selama kedua sesi tersebut.
Selain itu, PLN menyiagakan 19 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 13 Unit Gardu Bergerak (UGB), serta genset berkapasitas total 4 MW. PLN juga menyiapkan tiga titik inlet UGB dengan kapasitas masing-masing 250 kVA, 400 kVA, dan 630 kVA, atau total 1.280 kVA. Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung mobilisasi peralatan sesuai kebutuhan operasional.
Rizal menyatakan kecukupan daya dan kesiapan operasional diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Ia mengatakan kondisi pembangkit dan pasokan daya terpantau aman, sementara kelistrikan di Sirkuit Mandalika berjalan normal saat kualifikasi dan sprint race.