bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:43 WIB

PNM Berdayakan Pembatik melalui Pelatihan dan Akses Pemasaran

Redaksi 03 Oktober 2026 7 views
PNM Berdayakan Pembatik melalui Pelatihan dan Akses Pemasaran
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendukung pelestarian batik dengan memberdayakan perempuan yang menjalankan usaha membatik. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiayaan dan program klasterisasi.

PNM telah memfasilitasi klaster batik di sejumlah daerah, antara lain Jambi, Madiun, Magelang, dan Lamongan. Dalam program ini, pengusaha batik sejenis di satu wilayah mengikuti pelatihan secara berkelompok agar pembekalan lebih terarah.

Direktur Utama PNM Kindaris menyatakan, klasterisasi menjadi salah satu upaya perusahaan menjaga batik melalui penguatan para perajinnya. Para pembatik dihimpun agar dapat belajar, berkarya, dan mengembangkan usaha bersama.

Di Kelurahan Danau Teluk, Kota Jambi, peserta memperoleh pelatihan membatik, pendampingan, serta akses pemasaran. Sementara itu, pelatihan batik ecoprint di Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, ditujukan untuk mengembangkan kreativitas dan menambah pengetahuan peserta.

PNM juga membentuk kampung binaan batik di Desa Gandusari, Magelang. Fasilitasnya mencakup tempat pelatihan dan alat pengunci warna. Nasabah mengikuti pelatihan dari trainer untuk mempelajari keterampilan ecoprint selain batik tradisional, termasuk teknik pewarnaan untuk menjaga kualitas produk. Fasilitas tersebut juga terbuka bagi masyarakat sekitar yang bukan nasabah.

Menurut Kindaris, para pembatik dalam klaster dapat belajar dan menggunakan fasilitas bersama serta saling membantu. Program ini menjadi bagian dari dukungan PNM pada Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober. Batik Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.