bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, populasi penguin chinstrap di Pulau Zavodovski menyusut sekitar dua pertiga sejak 2011. Perubahan iklim dinilai sebagai penyebab paling mungkin dari penurunan tersebut.
Penelitian yang terbit di jurnal Current Biology pada Rabu (7/10) mencatat penurunan itu berlangsung cepat. Para ilmuwan memperingatkan, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan ekosistem yang lebih luas.
Norman Ratcliffe, pemimpin riset sekaligus ahli ekologi penguin di British Antarctic Survey, mengatakan penurunan itu setara dengan hilangnya sekitar setengah juta penguin yang berkembang biak di pulau tersebut.
Zavodovski merupakan pulau paling utara di Kepulauan Sandwich Selatan, kawasan Antarktika. Pada penghitungan 2011, pulau itu dihuni sekitar 600.000 penguin chinstrap dan 90.000 penguin makaroni. Penurunan jumlah chinstrap hingga 2025 membuat Zavodovski kemungkinan tidak lagi menjadi koloni penguin terbesar di dunia. Posisi tersebut diperkirakan beralih ke Cape Adare di Laut Ross.
Penguin chinstrap memiliki garis hitam di bawah paruh yang menghubungkan kedua pipinya. Hasil penelitian terbaru mengindikasikan penurunan populasinya mungkin kian cepat, sehingga spesies ini perlu dipertimbangkan untuk masuk kategori terancam punah.
Para peneliti menilai pemanasan akibat aktivitas manusia turut mengubah kondisi di kawasan Antarktika. Suhu musim dingin di dalam dan sekitar Semenanjung Antarktika meningkat hingga 5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri. Pada 6 Juni 2026, pangkalan Esperanza milik Argentina di Semenanjung Trinity mencatat suhu 15,4 derajat Celsius, sekitar 20 derajat di atas suhu normal untuk waktu tersebut.
Penguin chinstrap bergantung pada jenis makanan dan kondisi suhu laut tertentu. Data pelacakan menunjukkan mereka biasa mencari krill Antarktika di perairan dingin sebelah barat laut Zavodovski. Namun, ketika laut menghangat, krill bergerak ke selatan menuju Laut Weddell.
Berbeda dengan chinstrap, penguin makaroni memiliki pilihan makanan yang lebih beragam. Populasinya meningkat 30 persen, tetapi kenaikan itu belum mampu menutup penurunan jumlah penguin chinstrap.
Ratcliffe mengatakan pertumbuhan populasi penguin makaroni hanya sedikit mengimbangi kondisi tersebut. Jika tren berlanjut, ruang bagi seluruh penguin pada akhirnya akan semakin terbatas. Ia juga memperingatkan hilangnya penguin chinstrap dapat memengaruhi jaring-jaring makanan.
Dalam penelitian itu, para ilmuwan tidak menemukan tanda persaingan makanan antara penguin chinstrap dan makaroni. Permukiman manusia terdekat juga berjarak ribuan kilometer dari Zavodovski.