bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:25 WIB

Populasi Penguin Chinstrap di Zavodovski Turun Dua Pertiga

Redaksi 09 Oktober 2026 9 views
Populasi Penguin Chinstrap di Zavodovski Turun Dua Pertiga
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, jumlah penguin chinstrap di Pulau Zavodovski menyusut sekitar dua pertiga sejak 2011. Para peneliti menilai perubahan iklim sebagai penyebab yang paling mungkin, sementara penurunan itu juga dikhawatirkan mengganggu ekosistem Antarktika.

Penelitian yang dimuat di jurnal Current Biology menunjukkan penurunan terjadi dengan cepat. Pemimpin riset Norman Ratcliffe dari British Antarctic Survey menyebut jumlah penguin yang hilang setara dengan sekitar setengah juta individu yang berkembang biak di pulau tersebut.

Pada 2011, Zavodovski—pulau paling utara di Kepulauan Sandwich Selatan—menjadi tempat bagi sekitar 600.000 penguin chinstrap dan 90.000 penguin makaroni. Setelah penyusutan yang terjadi hingga 2025, pulau itu diperkirakan tidak lagi menjadi koloni penguin terbesar di dunia. Cape Adare di Laut Ross diprediksi mengambil posisi tersebut.

Penguin chinstrap mengandalkan jenis makanan dan suhu laut tertentu. Data pelacakan menunjukkan mereka mencari krill Antarktika, sumber makanan utama, di perairan dingin barat laut Zavodovski. Ketika laut menghangat, krill bergerak ke selatan menuju Laut Weddell.

Sementara itu, populasi penguin makaroni yang memiliki pilihan makanan lebih beragam bertambah 30 persen. Namun, kenaikan tersebut belum mampu menggantikan penurunan jumlah chinstrap. Ratcliffe memperingatkan, jika tren berlanjut, ruang hidup penguin dapat semakin terbatas dan hilangnya chinstrap berisiko memengaruhi jaring-jaring makanan.

Peneliti tidak menemukan bukti bahwa penguin chinstrap dan makaroni bersaing untuk memperoleh makanan. Mereka juga mencatat bahwa permukiman manusia terdekat berada ribuan kilometer dari Zavodovski.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.