bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebesar 13,09 persen atau Rp904,39 triliun per 15 September 2026. Angka tersebut turun dari hampir 40 persen sekitar 10 tahun lalu.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan, penurunan porsi asing membuat pembiayaan pemerintah lebih banyak ditopang investor domestik. Menurut dia, pembiayaan dari dalam negeri relatif tidak rentan terhadap gejolak global.
Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menunjukkan, kepemilikan asing tersebut terdiri atas Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp885,98 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp18,41 triliun.
Juda menyebut berkurangnya porsi investor asing dapat mengurangi kerentanan pasar keuangan Indonesia terhadap perubahan sentimen global, termasuk di pasar uang dan valuta asing.
Pemerintah, kata Juda, akan menjaga defisit dan pembiayaan tetap dalam batas aman. Pengelolaan utang juga diarahkan agar imbal hasil SBN tetap menarik tanpa membuat biaya pembiayaan terlalu besar.