bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 07:54 WIB

Potensi Ekonomi Mudik Ramadan 2026 Diproyeksikan Sentuh Rp417 Triliun, Didominasi Kelas Menengah

Redaksi 20 Maret 2026 9 views
Potensi Ekonomi Mudik Ramadan 2026 Diproyeksikan Sentuh Rp417 Triliun, Didominasi Kelas Menengah
Ilustrasi: Potensi Ekonomi Mudik Ramadan 2026 Diproyeksikan Sentuh Rp417 Triliun, Didominasi Kelas Menengah

bytedaily - Jakarta – Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) merilis proyeksi potensi ekonomi dari kegiatan mudik pada Ramadan 2026, dengan perkiraan mencapai Rp347,67 triliun dalam skenario moderat hingga Rp417,20 triliun untuk skenario optimistis. Angka ini menggarisbawahi pentingnya momen mudik sebagai salah satu pendorong konsumsi terbesar dalam perekonomian tahunan Indonesia.

Peneliti IDEAS, Agung Pardini, menjelaskan bahwa perhitungan ini didasarkan pada analisis desil perilaku konsumsi masyarakat. Metode ini membandingkan pengeluaran masyarakat yang dibagi dalam sepuluh kelompok untuk memetakan partisipasi mudik dan pengaruh ekonominya. Dengan populasi Indonesia diprediksi mencapai 281 juta jiwa, separuhnya diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik, namun tingkat partisipasi bervariasi berdasarkan kemampuan ekonomi.

Agung menambahkan bahwa tingginya pendapatan berkorelasi langsung dengan peluang partisipasi mudik, menunjukkan bahwa tradisi ini juga merupakan aktivitas ekonomi yang bergantung pada daya beli. Perbedaan pengeluaran bulanan antar kelompok desil bisa mencapai sepuluh kali lipat, namun menariknya, kelompok berpenghasilan rendah mengalokasikan proporsi pengeluaran yang lebih besar untuk mudik, meskipun secara nominal lebih kecil. Hal ini menyiratkan beban ekonomi yang lebih berat bagi mereka.

Meskipun demikian, kontribusi nominal terbesar terhadap total perputaran ekonomi mudik tetap berasal dari kelompok menengah ke atas, khususnya desil 6 hingga 10 dalam skenario moderat. Dominasi kelas menengah ini menegaskan peran krusial mereka dalam struktur konsumsi nasional. Kesimpulannya, daya beli, tidak hanya jumlah pemudik, menjadi penentu utama kekuatan ekonomi mudik, dengan kelas menengah sebagai motor penggeraknya.