bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden COP31 Murat Kurum menegaskan bahwa kenaikan suhu global dan dampaknya bagi masyarakat merupakan keadaan darurat. Ia menyebut ancaman krisis iklim sama pentingnya dengan ancaman militer.
Konferensi iklim tahunan PBB itu dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada November. COP31 akan meninjau upaya dunia membatasi pemanasan global, mengurangi dampak emisi, serta memperkuat ketahanan menghadapi perubahan iklim.
Kurum, yang juga menjabat Menteri Iklim Turki, menyampaikan pernyataan tersebut saat berkunjung ke Tuvalu pada Selasa (6/10) bersama perwakilan dari sekitar 30 negara. Kunjungan itu menjadi bagian dari persiapan COP dan bertujuan melihat dampak perubahan iklim secara langsung. Ia mengatakan tidak ada waktu untuk menunda tanggung jawab dalam menangani krisis tersebut.
Tuvalu adalah negara kepulauan di Pasifik yang rata-rata ketinggiannya sekitar dua meter di atas permukaan laut. Negara itu menghadapi banjir yang kian sering, intrusi air asin, dan cuaca yang semakin tidak menentu. Kurum memperingatkan bahwa kenaikan permukaan laut mengancam masyarakat, terutama ibu dan anak-anak, di wilayah tersebut.
Negara-negara kepulauan Pasifik menggunakan rangkaian kunjungan pra-COP untuk mendorong agar persoalan mereka masuk dalam agenda COP31. Isu yang disampaikan meliputi akses pendanaan bagi proyek ketahanan, perlindungan laut, dan upaya menjaga pemanasan global agar tidak melampaui 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.
Program Lingkungan PBB menyatakan pembatasan pemanasan di bawah 1,5 derajat Celsius masih dapat dicapai seiring waktu melalui pengurangan emisi, tetapi tidak dalam jangka pendek. Kurum menyebut target tersebut sebagai persoalan kelangsungan hidup, termasuk keberlanjutan budaya, sejarah, tanah air, dan rumah masyarakat Pasifik.
Kurum membandingkan kebutuhan pendanaan iklim dengan komitmen negara-negara NATO untuk menaikkan belanja pertahanan hingga lima persen dari produk domestik bruto. Ia mempertanyakan arti belanja pertahanan apabila suatu negara tidak lagi memiliki wilayah untuk ditinggali. Kurum juga menyebut pendanaan US$1,5 miliar untuk target 1,5 derajat dapat menyelamatkan Pasifik dan membantu kehidupan di Tuvalu berlanjut.
Ia berjanji bahwa prioritas negara-negara Pasifik akan ditanggapi serius dalam COP31. Para perwakilan dari sekitar 30 negara yang menghadiri pertemuan di Tuvalu turut menandatangani deklarasi dukungan terhadap tujuan tersebut dan menyerukan pengurangan emisi yang mendalam, cepat, serta berkelanjutan.