bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 11:09 WIB

Proyeksi IHSG di Pekan 16 Maret: Energi Jadi Sektor Unggulan di Tengah Gejolak Global

Redaksi 16 Maret 2026 11 views
Proyeksi IHSG di Pekan 16 Maret: Energi Jadi Sektor Unggulan di Tengah Gejolak Global
Ilustrasi: Proyeksi IHSG di Pekan 16 Maret: Energi Jadi Sektor Unggulan di Tengah Gejolak Global

bytedaily - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 3,05 persen atau anjlok 224,90 poin ke level 7.137 pada penutupan perdagangan Jumat (13/3). Sepanjang pekan tersebut, IHSG mencatat pelemahan sebesar 5,91 persen, dengan empat hari perdagangan ditutup di zona negatif.

Penurunan ini turut berdampak pada kapitalisasi pasar bursa yang terkoreksi 6,96 persen dari Rp13,627 triliun menjadi Rp12,678 triliun. Rata-rata volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian juga dilaporkan menurun masing-masing sebesar 25,49 persen, 31,10 persen, dan 31,54 persen.

Investor asing tercatat membukukan jual bersih (net sell) senilai Rp117,17 miliar pada Jumat (13/3), menambah total jual bersih sepanjang tahun 2026 menjadi Rp8,85 triliun.

Menghadapi pekan perdagangan 16 Maret, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas di rentang 7.000 hingga 7.290. Indikator Relative Strength Index (RSI) yang masuk area oversold dan MACD yang masih menunjukkan pelemahan tren mengindikasikan potensi pantulan teknis di tengah tekanan pasar.

Pergerakan pasar diperkirakan akan dipengaruhi sentimen global, termasuk ketegangan geopolitik antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan energi global dan memicu kekhawatiran inflasi. Kenaikan harga minyak Brent di atas US$103 per barel dan harga batu bara di atas US$137 per ton dinilai dapat memberikan sentimen positif bagi saham-saham sektor energi.

Menyikapi ketidakpastian global dan menjelang libur bursa yang panjang, investor diprediksi akan mengambil sikap hold atau wait and see. Oktavianus merekomendasikan saham Adaro Minerals Indonesia (ADRM) dengan proyeksi target 2.140 dan Medco Energi Internasional (MEDC) dengan target 1.920 untuk dikoleksi.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami tekanan dengan rentang support 7.071 dan resistance 7.248, seraya investor mencermati perkembangan lebih lanjut.