bytedaily
Senin, 18 Mei 2026 - 22:34 WIB

Proyeksi Pertumbuhan PDB 2026 Tetap 2,1% di Tengah Harga Bensin Tinggi

Redaksi 16 Mei 2026 7 views
Proyeksi Pertumbuhan PDB 2026 Tetap 2,1% di Tengah Harga Bensin Tinggi
Ilustrasi visual (Sumber: finance.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari finance.yahoo.com, proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat untuk tahun 2026 dipertahankan pada angka 2,1%, meskipun harga bensin mencapai $4,50 per galon dan di tengah ketidakpastian ekonomi. Tingkat pengangguran yang rendah menjadi faktor utama yang menjelaskan ketahanan konsumen AS. Saat ini, hanya 4,3% dari angkatan kerja yang menganggur, menyisakan 95,7% yang bekerja, yang mempermudah pengisian bahan bakar dan pembayaran tagihan.

Meskipun demikian, banyak keluarga telah menghadapi kenaikan harga pangan, perumahan, transportasi, layanan kesehatan, penitipan anak, dan asuransi selama kurang lebih lima tahun. Laporan Beige Book dari Federal Reserve Bank of Kansas City edisi April mencatat bahwa rumah tangga berpenghasilan rendah dan menengah (LMI) meningkatkan penggunaan kartu kredit dan pinjaman lainnya. Akibat tekanan harga yang berkepanjangan, mereka telah mengurangi pengeluaran secara signifikan. Seorang kontak bank melaporkan bahwa rumah tangga LMI "tidak dapat mengimbangi upah rendah, tarif, dan inflasi melalui anggaran".

Meskipun pengembalian pajak yang lebih besar, rekor harga saham, peningkatan perekrutan di musim semi, dan investasi kuat dalam kecerdasan buatan (AI) mungkin tidak membantu setiap keluarga, faktor-faktor tersebut mendukung perekonomian secara keseluruhan dan prospeknya. Proyeksi pertumbuhan PDB untuk kuartal II 2026 diperkirakan sebesar 2,2%, turun dari estimasi sebelumnya 2,3%. Pertumbuhan pada kuartal III diperkirakan 1,9%, turun dari 2,1% karena harga bensin menggerus cadangan jangka pendek dari pengembalian pajak tambahan. Sementara itu, estimasi untuk kuartal IV adalah 2,2%, naik dari 2,1%. Proyeksi PDB untuk tahun 2027 tetap dipertahankan pada angka 2,0%.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi finance.yahoo.com.