bytedaily
Rabu, 08 Juli 2026 - 23:26 WIB

PT KAI Ungkap Alasan KRL Belum Berhenti di Stasiun Gambir

Redaksi 08 Juli 2026 3 views
PT KAI Ungkap Alasan KRL Belum Berhenti di Stasiun Gambir
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memberikan penjelasan mengenai belum adanya layanan naik dan turun penumpang KRL di Stasiun Gambir.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa integrasi layanan KRL di Stasiun Gambir masih memerlukan serangkaian tahapan demi memastikan operasional yang aman dan andal. Rencana ini merupakan bagian dari pengembangan Stasiun Gambir, namun pelaksanaannya membutuhkan waktu karena harus didukung oleh kesiapan infrastruktur dan sistem operasi.

Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa keselamatan dan keandalan operasi menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, berbagai aspek seperti kesiapan peron, alur penumpang, sistem kelistrikan, persinyalan, kapasitas lintas, serta koneksi dengan moda transportasi lanjutan harus dihitung secara cermat.

Saat ini, KRL Bogor Line memang melintasi jalur layang Stasiun Gambir, dengan 326 perjalanan KRL lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo setiap harinya yang melewati stasiun tersebut. Meskipun demikian, KAI menegaskan bahwa KRL belum melayani naik turun penumpang di Gambir.

Pembahasan mengenai layanan tersebut masih berlanjut secara bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan prasarana, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, aspek keselamatan, pola operasi, hingga koordinasi dengan regulator.

Bobby menambahkan bahwa pengembangan Stasiun Gambir tidak bertujuan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai sebagai pusat transit antarlintas. Kedua stasiun akan memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam sistem transportasi Jabodetabek. Manggarai akan tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dipersiapkan sebagai pintu Kereta Api Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan terintegrasi dengan transportasi publik Jakarta.

Ia menekankan pentingnya penguatan akses transportasi umum menuju pusat Jakarta, khususnya bagi masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan wilayah penyangga lainnya. Hal ini bertujuan agar masyarakat Jabodetabek memiliki pilihan transportasi publik yang lebih baik menuju pusat kota, sehingga tidak hanya bergantung pada kendaraan pribadi.

KAI mencatat bahwa kebutuhan integrasi ini semakin krusial seiring dengan peningkatan jumlah pengguna KRL Jabodetabek. Volume perjalanan KRL diprediksi meningkat signifikan dari 217,9 juta pada tahun 2022 menjadi 344,6 juta pada tahun 2025. Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar, mencapai 155 juta perjalanan pada tahun 2025.

Selain pengembangan Stasiun Gambir, KAI juga tengah meningkatkan kapasitas layanan di lintas Bogor dengan mengembangkan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Proyek ini ditargetkan selesai pada 15 Juli 2026 dan bertujuan mendukung operasional rangkaian Stamformasi 12 (SF12) di Bogor Line.

Bobby Rasyidin menggarisbawahi bahwa peningkatan kapasitas layanan tidak hanya sebatas penambahan rangkaian kereta, melainkan juga harus didukung oleh kesiapan peron, sistem kelistrikan, persinyalan, dan pola operasi yang matang untuk mengelola kepadatan dan memberikan kenyamanan bagi penumpang.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.