bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 15:09 WIB

PVMBG: Energi Erupsi Anak Krakatau Bisa Merambat Ratusan Kilometer, Diduga Penyebab Dentuman di Bandung

Redaksi 05 September 2026 14 views
PVMBG: Energi Erupsi Anak Krakatau Bisa Merambat Ratusan Kilometer, Diduga Penyebab Dentuman di Bandung
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menduga suara dentuman yang terdengar di Kota Bandung dan sekitarnya pada Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari berasal dari erupsi Gunung Api Anak Krakatau. Kepala PVMBG Rita Susilawati menjelaskan bahwa waktu kejadian erupsi Anak Krakatau bersamaan dengan munculnya suara dentuman tersebut.

Rita Susilawati memaparkan bahwa erupsi berskala tertentu pada gunung api seringkali disertai dentuman nyaring. Energi akustik yang dilepaskan saat erupsi besar dapat merambat hingga ratusan kilometer. Fenomena ini, menurut Rita, telah dibuktikan melalui berbagai penyelidikan.

Berdasarkan pengamatan dan literatur, suara dentuman dari gunung api aktif dapat terdengar hingga ratusan kilometer dari lokasi sumber. PVMBG mencontohkan peristiwa serupa saat Gunung Kelud di Jawa Timur meletus pada tahun 2014, di mana suaranya terdengar hingga Yogyakarta dan beberapa wilayah Jawa Tengah.

Faktor-faktor seperti perbedaan temperatur, serta arah dan kecepatan angin, dapat memengaruhi perambatan suara dentuman atau suara erupsi. Rita menambahkan, perbedaan kondisi atmosfer tersebut dapat menyebabkan suara terdengar dari jarak yang jauh.

Sebelumnya, pada April 2020, Gunung Api Anak Krakatau juga pernah mengalami erupsi yang suaranya dilaporkan terdengar hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Dengan mempertimbangkan kesamaan waktu kejadian dan tidak adanya catatan gempa tektonik di Jawa Barat, PVMBG menyimpulkan bahwa suara dentuman yang dirasakan di Bandung Raya kemungkinan besar berhubungan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Meskipun demikian, Rita menekankan bahwa kesamaan waktu hanyalah indikasi korelasi dan belum secara pasti membuktikan sumber dentuman. Ia kembali menegaskan bahwa perambatan suara erupsi jarak jauh bukanlah fenomena yang mustahil, mengacu pada erupsi Gunung Kelud tahun 2014 yang menghasilkan energi akustik sangat besar hingga kolom erupsi mencapai 17 kilometer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.