bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 13:04 WIB

BMKG Catat Kondisi Kering dan Panas di Indonesia pada Oktober 2026

Redaksi 19 Oktober 2026 1 views
BMKG Catat Kondisi Kering dan Panas di Indonesia pada Oktober 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, hingga pertengahan Oktober 2026 sejumlah wilayah Indonesia mengalami cuaca kering dan panas seiring berkurangnya curah hujan. Kondisi tersebut dikaitkan dengan fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 pada awal Oktober berada pada kategori sangat kuat, yakni positif 3,33 derajat Celsius. Sementara itu, indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) untuk periode Agustus-September-Oktober tercatat positif 3,08. Indeks IOD dasarian berada di angka positif 0,703.

Menurut BMKG, kombinasi El Niño sangat kuat dan IOD positif dapat mengurangi peluang terbentuknya awan hujan di Indonesia. Kondisi kering, terutama di daerah yang mengalami periode panjang tanpa hujan, turut meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengidentifikasi 1.297 titik panas di seluruh Indonesia. Sebanyak 505 titik berada di Sumatera, 346 di Kalimantan, dan 330 di Papua serta Maluku. Adapun Sulawesi mencatat 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik.

Di tengah minimnya tutupan awan, suhu di sejumlah wilayah dilaporkan melampaui 37 derajat Celsius. BMKG menjelaskan kondisi tersebut membuat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa El Niño dan IOD yang terjadi bersamaan dapat memperpanjang kekeringan di sebagian besar Indonesia. Dampaknya, musim hujan 2026/2027 diperkirakan datang lebih lambat dan berlangsung lebih singkat daripada rata-rata klimatologis.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Desember, Januari, dan Februari. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebut durasi musim hujan diprediksi lebih pendek dari kondisi normal di 482 Zona Musim (ZOM), yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia. Durasi diperkirakan lebih panjang di 60 ZOM atau 8,58 persen luas daratan, sedangkan 40 ZOM atau 5,06 persen diprediksi mengalami durasi normal.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.