bytedaily
Selasa, 19 Mei 2026 - 16:34 WIB

Reliant Robin Pecahkan Rekor Perjalanan 21.000 Km Melintasi Afrika

Redaksi 28 April 2026 13 views
Reliant Robin Pecahkan Rekor Perjalanan 21.000 Km Melintasi Afrika
Ilustrasi visual (Sumber: jalopnik.com)

bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, sebuah mobil tiga roda Reliant Robin yang dikenal rapuh, berhasil menyelesaikan perjalanan rekor sejauh 14.000 mil (sekitar 21.000 km) melintasi Afrika. Perjalanan ini dilakukan oleh duo petualang, Ollie Jenks dan Seth Scott, yang tergabung dalam grup 'Hold My Gear'.

Ide gila ini dicetuskan oleh Scott, seorang warga Kanada, yang mengajak temannya dari Inggris, Jenks, untuk mencetak rekor perjalanan terpanjang menggunakan kendaraan roda tiga. Rekor sebelumnya dipegang oleh Anton Gonnissen yang menempuh rute balap Peking ke Paris menggunakan motor roda tiga pada tahun 2019. Reliant Robin yang mereka beri nama 'Shelia the Three-Wheeler' dimodifikasi menjadi kendaraan semi-overlander untuk membawa perbekalan dalam perjalanan dari London melintasi 22 negara menuju Cape Town.

Secara umum, modifikasi yang dilakukan pada Reliant Robin produksi awal 2000-an ini meliputi penggantian komponen yang berkarat atau rusak. Lampu depan diganti dengan empat unit lampu LED yang ditempelkan di bumper depan, serta penambahan light bar di atap yang dilengkapi rak baru. Kursi mobil diganti dengan jok bekas Mazda MX-5 MkII yang dilengkapi sabuk pengaman modern. Di bagian belakang, dipasang baterai dan inverter untuk mengisi daya perangkat elektronik, serta pelindung baja besar untuk menutupi tangki bahan bakar berkapasitas 30 liter. Kaca spion mobil Ford Fiesta 1992 diganti dengan spion klasik Reliant Robin tahun 1970-an.

Perjalanan ini tidak lepas dari kendala. Pada minggu pertama, suspensi mobil sudah melorot karena beban yang berat. Keesokan harinya, kaca belakang mobil mulai terlepas. Saat meninggalkan Le Mans di pertengahan minggu, mesin mobil mengalami misfire. Di Maroko, mereka hampir dideportasi karena masalah asuransi mobil, yang menyebabkan penundaan untuk mencapai Sahara sesuai jadwal.

Menjelang dua bulan perjalanan, mereka memasuki Kamerun yang dilanda krisis wilayah Anglophone (Ambazonia War). Reliant Robin terpaksa bergabung dengan konvoi militer untuk melintasi zona perang sepanjang 300 mil. Selama perjalanan, mobil ini mengalami berbagai masalah teknis, termasuk kerusakan girboks, mesin yang berulang kali mati dan hidup kembali, serta komponen yang lepas akibat guncangan di jalanan.

Dalam salah satu insiden, seorang pria bersenjata membantu mendorong mobil yang mogok kembali ke hotel. Di lain waktu, mereka terpaksa menaikkan mobil ke truk ternak untuk diperbaiki lebih lanjut.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.