bytedaily - Pemerintah didorong untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap mekanisme distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Langkah ini dinilai krusial untuk mengendalikan lonjakan beban fiskal akibat tingginya harga minyak dunia.
Muhammad Faisal, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, menekankan pentingnya pembatasan yang lebih ketat dalam penggunaan BBM bersubsidi agar alokasinya lebih tepat sasaran. Meskipun pemerintah telah menetapkan batasan kapasitas mesin untuk kendaraan yang berhak menggunakan BBM bersubsidi, Faisal berpendapat bahwa aturan tersebut masih perlu disempurnakan.
Ia menyarankan agar batasan tersebut, khususnya untuk kendaraan roda empat, dapat kembali diperketat. Tujuannya adalah untuk memastikan konsumsi BBM bersubsidi lebih terkendali dan tidak dinikmati oleh pihak yang tidak berhak. Faisal juga menggarisbawahi perlunya strategi pengendalian subsidi energi yang komprehensif, meliputi efisiensi anggaran, refocusing belanja negara, pengetatan distribusi BBM, serta pengendalian mobilitas masyarakat.
Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga stabilitas fiskal tanpa harus menaikkan harga BBM bersubsidi, sekaligus memastikan subsidi tersalurkan kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.