bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan teknologi finansial (fintech) asal Inggris, Revolut, secara diam-diam telah memulai peluncuran layanannya di India melalui program beta terkontrol. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Revolut untuk memasuki pasar pembayaran digital India yang berkembang pesat dan menandai tonggak penting dalam usahanya selama bertahun-tahun.
Revolut mulai menerima pendaftaran untuk aplikasi India-nya pada awal tahun ini. Sejumlah pengguna yang masuk dalam daftar tunggu telah mendapatkan akses ke layanan tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Perusahaan mengonfirmasi peluncuran ini dan menyatakan bahwa beberapa ribu pelanggan di India sudah menggunakan platformnya.
Peluncuran ini menjadi momen penting bagi Revolut dalam upayanya memasuki India, sebuah pasar pembayaran digital utama di mana Unified Payments Interface (UPI) yang didukung pemerintah telah mentransformasi cara konsumen dan bisnis bertransaksi. UPI menyumbang hampir separuh dari volume transaksi pembayaran real-time global dan mencatat rekor 23,2 miliar transaksi senilai ₹29,9 triliun (sekitar $313,8 miliar) pada Mei, menurut data pemerintah India.
Seorang juru bicara Revolut menyatakan kepada TechCrunch bahwa perusahaan saat ini sedang dalam tahap 'penerimaan pengguna yang masuk daftar tunggu secara terkontrol'. Versi beta aplikasi yang telah disesuaikan untuk pengguna India tersedia melalui Google Play Store dan Apple App Store.
"Ini dilakukan untuk mengumpulkan umpan balik mengenai fungsi produk inti dan meningkatkan pengalaman pelanggan serta proposisi nilai secara keseluruhan sebelum membuka platform untuk audiens yang lebih luas," ujar juru bicara tersebut. Peluncuran saat ini terbatas pada sebagian kecil dari sekitar 450.000 pengguna yang masuk daftar tunggu.
Pengguna dalam program beta dapat mengakses pembayaran UPI, dompet elektronik, kartu prabayar domestik, kartu multi-mata uang, kartu virtual, dan kartu sekali pakai. Revolut berencana menambahkan penawaran Lifestyle dan RevPoints sebelum memperluas peluncuran. Namun, akun keluarga atau gabungan, yang tersedia di beberapa pasar luar negeri Revolut, tidak akan ditawarkan di India karena memerlukan lisensi perbankan.
Revolut telah membangun bisnisnya di India sejak 2021 dan merekrut eksekutif fintech Paroma Chatterjee untuk memimpin operasi lokal. Pada tahun 2022, perusahaan yang berbasis di London ini mengakuisisi Arvog Forex untuk memperkuat kehadiran regulasinya di negara tersebut dan menawarkan layanan remitansi serta rekening multi-mata uang. Revolut kemudian memperoleh lisensi instrumen pembayaran prabayar (PPI) dari Reserve Bank of India, yang memungkinkannya menerbitkan kartu prabayar, mendukung dompet digital, dan terintegrasi dengan jaringan UPI.
Perusahaan menyatakan berencana membuka pendaftaran langsung untuk semua pengguna dalam 'waktu dekat', namun menolak memberikan jadwal peluncuran spesifik. Sebelumnya, Chatterjee sempat menyebutkan target peluncuran produk penuh di India pada kuartal kedua.
Revolut menargetkan basis konsumen India yang semakin melek digital untuk menantang bank-bank yang sudah ada dan perusahaan fintech di salah satu pasar layanan keuangan paling kompetitif di dunia. Perusahaan sebelumnya menyatakan ingin melayani lebih dari 150 juta warga India yang 'bercita-cita secara global dan lahir secara digital' dalam rentang usia 25 hingga 45 tahun, dengan target menjaring sekitar 20 juta pengguna pada tahun 2030 dan memproses setidaknya $7 miliar dalam transaksi.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.