bytedaily
Selasa, 02 Juni 2026 - 00:42 WIB

Strava Perketat Akses Data dan Kenakan Biaya untuk Pengembang untuk Melawan Praktik Scraping AI

Redaksi 01 Juni 2026 2 views
Strava Perketat Akses Data dan Kenakan Biaya untuk Pengembang untuk Melawan Praktik Scraping AI
Ilustrasi visual (Sumber: techcrunch.com)

bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan kebugaran dan lari sosial, Strava, mengumumkan langkah-langkah baru untuk membatasi akses ke data situs webnya dan memperkenalkan biaya bagi pengembang guna memerangi praktik *scraping* data yang dilakukan oleh perusahaan kecerdasan buatan (AI). Perusahaan meningkatkan keamanan situs webnya dan hanya akan mengizinkan pengguna terautentikasi untuk melihat data tertentu, termasuk profil publik dan daftar klub kebugaran, yang sebelumnya dapat diakses tanpa login.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan perusahaan AI akan kumpulan data yang besar untuk melatih model mereka, yang sering kali mendorong mereka untuk mengabaikan konvensi internet seperti file robots.txt. Strava juga akan memberlakukan biaya langganan bulanan sebesar $11,99 untuk semua pengembang yang ingin mengakses API-nya, sebuah perubahan dari program akses gratis bertingkat sebelumnya. Perusahaan mencatat bahwa harga ini dapat bervariasi berdasarkan lokasi geografis.

Meskipun Strava menyatakan komitmennya untuk terus mendukung komunitas pengembangnya yang telah berkembang menjadi 241.000 anggota, perusahaan berencana untuk menarik beberapa titik akses API (API endpoints) yang spesifik, seperti detail klub, untuk melindungi data pengguna. Strava sebelumnya telah memperketat aturan API pada tahun 2024, melarang penggunaannya untuk pelatihan AI dan membatasi aplikasi pihak ketiga menampilkan data pengguna lain, yang saat itu menimbulkan reaksi negatif dari pengembang.

CEO Strava, Michael Martin, mengungkapkan keprihatinannya bahwa *scraping* AI yang tidak terkontrol dapat mengancam keberadaan internet publik. Ia menyatakan bahwa praktik *scraping* yang agresif telah menurunkan kinerja situs web dan bahkan merusak fungsionalitasnya dalam beberapa kasus. Martin juga menyebutkan bahwa Strava telah menolak tawaran dari perusahaan AI terkemuka untuk kesepakatan lisensi data, dan secara spesifik menyoroti startup pencarian AI, Perplexity, yang diduga mencoba menyamarkan asal-usul *scraping*-nya melalui layanan agregator.

Strava memberikan periode tenggang 90 hari kepada pengembang sebelum perubahan ini diberlakukan sepenuhnya. Perusahaan juga berencana untuk mendukung Model Context Protocol (MCP), sebuah standar yang sedang berkembang untuk memungkinkan asisten AI dan aplikasi mengakses data eksternal secara terstruktur, sehingga memberikan Strava kontrol lebih besar atas data yang dibagikan.


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.