bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Robot Humanoid Agibot Berhasil Rakit Ribuan Tablet dalam Uji Coba Produksi Nyata

Redaksi 13 Juli 2026 25 views
Robot Humanoid Agibot Berhasil Rakit Ribuan Tablet dalam Uji Coba Produksi Nyata
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan robotika asal China, Agibot, telah mendemonstrasikan kemampuan robot humanoidnya sebagai tenaga kerja di sebuah pabrik perakitan tablet. Selama enam hari, mulai dari 23 hingga 28 Juni lalu, robot-robot ini dioperasikan di pabrik Longcheer Technology, Nanchang, dalam sebuah sesi live streaming yang disiarkan langsung dari lini produksi yang aktif.

Dalam demonstrasi yang berlangsung selama 64 jam operasional tersebut, model robot Agibot G2 berhasil menyelesaikan 64.828 tugas dalam empat alur kerja produksi. Tingkat keberhasilan tugas mencapai 99,99 persen, yang berkontribusi pada produksi total sebanyak 17.625 unit tablet. Berbeda dengan pengujian di lingkungan laboratorium, live streaming ini menampilkan robot bekerja di kondisi pabrik yang sesungguhnya, termasuk interaksi dengan material, operator manusia, dan dinamika tugas yang berubah.

Presiden Divisi Bisnis Embodied AI Agibot, Yao Maoqing, menyatakan bahwa fokus industri robotika humanoid saat ini adalah pada penerapan praktis dan nilai tambah di lingkungan operasional nyata. Ia menambahkan bahwa demonstrasi ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kebutuhan industrialisasi embodied AI.

Agibot mengklaim bahwa penempatan robot humanoid langsung ke dalam sistem produksi aktif dan penyiaran kinerja mereka selama enam hari penuh menjadi upaya untuk menjawab tantangan krusial terkait kemampuan robot beroperasi di lingkungan industri yang dinamis. Live streaming ini juga menandai pergeseran standar penilaian robot humanoid, di mana metrik terpenting bukan lagi spesifikasi teknis, melainkan kemampuan integrasi dan kontribusi pada alur kerja utuh.

Perusahaan juga menyoroti pergeseran fokus industri ke arah kolaborasi multi-robot, yang menguji produktivitas sistem secara keseluruhan, termasuk penjadwalan, manajemen rute, dan alokasi tugas skala besar. Agibot berpendapat bahwa robot humanoid berpotensi memberikan nilai pembeda dibandingkan otomasi tradisional, terutama dalam skenario tugas yang sering berubah, lingkungan kurang terstruktur, serta membutuhkan persepsi, penilaian situasi, dan fleksibilitas operasi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.