bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, rupiah dibuka pada level Rp17.866 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10), menguat 33 poin atau 0,18 persen dari penutupan sebelumnya.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS beragam. Yuan China naik 0,02 persen dan ringgit Malaysia menguat 0,03 persen. Sebaliknya, peso Filipina melemah 0,08 persen, dolar Singapura turun 0,07 persen, yen Jepang terkoreksi 0,18 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,02 persen. Dolar Hong Kong tidak berubah.
Seluruh mata uang utama negara maju yang disebutkan dalam laporan itu melemah terhadap dolar AS. Euro turun 0,17 persen, poundsterling terkoreksi 0,13 persen, dolar Australia dan dolar Kanada masing-masing melemah 0,06 persen, sedangkan franc Swiss turun 0,14 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah bergerak datar dengan peluang penguatan terbatas. Menurut dia, investor cenderung menunggu data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan diumumkan siang itu serta risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada malam hari.
Lukman juga menyebut indeks dolar AS terkoreksi seiring euro kembali menguat. Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada hari tersebut.