bytedaily
Jumat, 10 Juli 2026 - 12:17 WIB

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Perdagangan Jumat Pagi

Redaksi 10 Juli 2026 4 views
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS di Perdagangan Jumat Pagi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah tercatat dibuka pada posisi Rp18.076 per dolar Amerika Serikat pada Jumat (10/7) pagi. Mata uang Indonesia ini mengalami penguatan sebesar 52 poin atau 0,29 persen jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada hari sebelumnya.

Penguatan rupiah ini sejalan dengan tren positif yang juga dialami oleh sebagian besar mata uang negara Asia lainnya terhadap dolar AS. Yuan China tercatat menguat 0,14 persen, peso Filipina naik 0,14 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,27 persen, dolar Singapura menguat 0,12 persen, yen Jepang naik 0,39 persen, dan dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.

Satu-satunya mata uang Asia yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS adalah won Korea Selatan, yang terdepresiasi sebesar 0,22 persen.

Di pasar mata uang negara maju, tren penguatan terhadap dolar AS juga terlihat. Euro Eropa naik 0,16 persen, poundsterling Inggris menguat 0,19 persen, dolar Australia terapresiasi 0,11 persen, dolar Kanada naik 0,12 persen, dan franc Swiss menguat 0,31 persen.

Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan bahwa rupiah memiliki potensi untuk melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS. Hal ini didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya tensi di Timur Tengah menyusul retorika Presiden AS Donald Trump yang lebih lunak terhadap Iran dengan mengatakan bahwa dirinya mengizinkan proses negosiasi untuk terus berlanjut," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (10/7).

Lukman memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan hari itu akan berada dalam kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.